TopCareer.id – British Antarctic Survey (BAS) membuka lowongan kerja untuk pekerja yang siap bekerja di stasiun riset mereka Antartika.
Tak cuma ilmuwan dan peneliti, sejumlah lowongan dibuka untuk tenaga teknis dan kru pendukung termasuk tukang kayu, koki, tukang ledeng, operator perahu, penyelam scuba, operator alat berat, dan lain-lain.
Dilansir IFL Science, dikutip Rabu (4/2/2026), lowongan kerja akan terus ditambahkan hingga Maret 2026. Pendaftar juga bisa melamar secara online melalui bas.ac.uk/vacancies.
Untuk gaji yang ditawarkan mulai dari 30.244 pound sterling atau sekitar Rp 695,3 juta (kurs saat artikel ini ditulis).
Seluruh biaya hidup selama bekerja ditanggung sepenuhnya termasuk akomodasi, makan, perjalanan, pakaian khusus, peralatan kerja, dan pelatihan.
Baca Juga: Syarat Daftar Rekrutmen Deputi Pengembangan Industri Olahraga Kemenpora
Dan McKenzie, Station Leader di Stasiun Riset Halley VI, mengatakan bahwa dirinya beruntung bisa bekerja untuk BAS di beberapa tempat berbeda.
“Saya memulai sebagai tukang ledeng di Rothera, dan sekarang berada di posisi Station Leader di Halley VI—tempat yang luar biasa dan dipenuhi orang-orang berbakat,” kata McKenzie.
Selain itu, Phill Coolman, tukang kayu di Halley VI, mengatakan menjadi tukang kayu di Antarktika menuntut kemampuan beradaptasi dan kerja tim.
“Saya mendapatkan keterampilan di sini yang bisa saya bawa kembali ke ‘dunia nyata’ dan melakukan hal-hal yang sebelumnya tak pernah saya bayangkan,” ujarnya.
Baca Juga: BTI Kementerian PU Buka Lowongan Kerja untuk 3 Posisi, Cek Syaratnya
Antartika merupakan satu-satunya benua di Bumi yang tidak memiliki penduduk asli maupun penduduk tetap.
Namun, wilayah ini dihuni oleh komunitas sementara yang terdiri dari ilmuwan, teknisi, dan staf pendukung yang tinggal secara bergiliran.
Jumlah penduduknya memuncak hingga sekitar 5.000 orang pada musim panas (Oktober sampai Maret), lalu turun menjadi sekitar 1.000 orang selama musim dingin yang keras dan tanpa sinar matahari (April sampai Oktober).
Mereka yang hidup dan bekerja di wilayah ini pun harus siap untuk berada dalam isolasi selama berbulan-bulan, cuaca ekstrem, hingga kontak terbatas dengan dunia luar.













