Find Us on Facebook

Subscribe to Our Channel

https://www.youtube.com/@topcareertv1083

EdukasiLifestyle

Kenapa Kucing Tak Masuk 12 Shio?

Ilustrasi kucing. (Annette Meyer/Pixabay)

TopCareer.id – Tahun Baru Imlek juga identik dengan 12 shio atau zodiak China. Namun, pernahkah kamu bertanya-tanya, kenapa kucing tidak termasuk dalam 12 hewan dalam shio?

Sejarah dari zodiak Cina sendiri tidak diketahui pasti. Beberapa sumber menyebut, sistem ini muncul di masa Negara-Negara Berperang (475–221 SM), Dinasti Qin (221–207 SM), atau Dinasti Han (206 SM–220 M).

Yang pasti, sistem shio sudah ada pada paruh kedua Dinasti Han.

Pemilihan hewan yang menjadi lambang zodiak Cina sendiri juga memiliki kisahnya sendiri. Mengutip Britannica, legenda yang paling populer tentang asal-usul shio adalah tentang perlombaan hewan.

Dalam satu versi, disebutkan bahwa Kaisar Giok yang mengadakan lomba, namun ada versi lain bahwa Buddha yang menggelar lomba.

Dalam ceritanya, semua hewan diundang untuk berlomba. 12 hewan pertama yang sampai di garis finish akan mendapatkan tempat di shio. Salah satu lombanya yaitu melewati sungai yang cukup sulit.

Baca Juga: Dekorasi Tahun Kuda Api Meriahkan Imlek di Marina Bay Sands

Tikus menjadi pemenang pertama kali dia menumpang di punggung kerbau, lalu melompat ke akhir untuk menang.

Kemudian, mereka yang tiba di garis akhir lainnya yaitu Kerbau, Harimau, dan Kelinci. Naga sampai di urutan lima karena meski bisa terbang, dia menolong manusia di desa dari kebakaran terlebih dulu.

Lalu, tibalah Ular dan Kuda. Menurut beberapa cerita, Ular menakuti kuda supaya bisa lebih dulu sampai di garis finish.

Versi lain menyebutkan bahwa ular bersembunyi atau melingkari kaki Kuda saat menyeberangi sungai, dan seperti Tikus, Ular berhasil menyelinap di depan Kuda tepat sebelum garis finish.

Setelah itu, Kuda, Monyet, dan Ayam menyusul, setelah saling membantu menyeberangi sungai.

Anjing finis kedua dari belakang karena berhenti untuk mandi atau bermain di sungai. Sedangkan Babi sampai terakhir karena berhenti makan dan beristirahat di sepanjang perjalanan.

Alasan Kucing Tak Masuk 12 Shio

Di beberapa variasi cerita menambahkan Kucing sebagai salah satu hewan yang mengikuti lomba.

Di situ, diceritakan bahwa Kucing meminta Tikus membangunkan dirinya di hari perlombaan. Namun, Tikus lupa dan membuat Kucing terlambat sehingga tidak bisa ikut lomba dan namanya pun tak bisa masuk shio.

Dalam versi lain, Kucing dan Tikus sama-sama berada di atas punggung Kerbau saat menyeberangi sungai. Namun, Tikus mendorong Kucing sampai kecebur dan membuatnya tak bisa masuk daftar.

Legenda pun menyebut, cerita itulah yang membuat Kucing membenci Tikus dan selalu mencoba mengejar serta membunuh mereka.

Baca Juga: China Tetapkan Libur Imlek Terpanjang

Dalam legenda lain, dikisahkan bahwa Buddha atau Kaisar Giok mengundang semua hewan ke sebuah perjamuan alih-alih perlombaan. Hewan-hewan yang hadir itulah yang kemudian ditampilkan dalam shio.

Meski begitu, secara historis, dikutip dari party.alibaba.com, kucing domestik bukanlah hewan asli Tiongkok kuno. Mereka diperkenalkan melalui jalur perdagangan seperti Jalur Sutra.

Pada saat kucing mulai umum di Tiongkok, sistem zodiak sudah mapan sejak Dinasti Han.

Karena shio mencerminkan hewan-hewan yang penting bagi masyarakat agraris Tiongkok pada masa itu kucing, yang lebih dikenal untuk mengusir hama ketimbang bekerja atau bermakna spiritual, tidak termasuk dalam daftar.

Kucing Jadi Shio di Vietnam?

Meski begitu, di beberapa negara di luar Tiongkok, mengadopsi daftar hewan yang agak berbeda.

Di beberapa bagian wilayah Thailand misalnya, Babi digantikan dengan Gajah. Selain itu, ada juga yang menggambarkan Naga dalam bentuk makhluk mitologi berbentuk manusia setengah ular, menggantikan Naga Tiongkok (liong).

Di Jepang, Babi digantikan oleh Babi hutan, dan sistemnya beralih menggunakan kalender surya alih-alih kalender lunar.

Sementara di Vietnam, Kelinci digantikan oleh Kucing. Menurut Nguyen Hieu Tin, ahli budaya tradisional Vietnam, ada asalan di balik pemilihan Kucing dalam shio versi negara tetangga Indonesia itu.

Baca Juga: Sederet Festival Ramaikan Imlek di Jakarta, Cek Jadwalnya

Kepada AFP, Tin mengatakan bahwa padi adalah bagian besar dari pertanian Vietnam, tapi karena banyaknya tikus di sawah, kucing (yang bisa memburu tikus) menjadi hewan yang populer bagi orang Vietnam.

“Penjelasan lain adalah orang Vietnam tidak ingin merayakan dua tahun berturut-turut dengan hewan yang mirip. Mereka melihat tikus dan kelinci sebagai hewan yang berkaitan erat,” kata Tin, mengutip South China Morning Post.

Ada juga teori bahwa orang Vietnam membuat interpretasi sendiri dari kata Cina untuk kelinci, yaitu “mao”. Dalam bahasa Vietnam, terdengar seperti “meo”, yang artinya kucing.

Selain itu, Tahun Kucing diyakini membawa keberuntungan dan kelancaran di Vietnam.

Leave a Reply