real
        time web analytics

Info

Bangun Bisnis Sambil Bekerja, Kenapa Tidak


TOPCAREER.IDPendapatan karyawan sering kali tidak mencukupi untuk beragam kebutuhan hidup. Apalagi jika pendapatan yang diterima hanya segitu-segitu saja. Kondisi ini tak ayal membuat beberapa karyawan mengambil bisnis samping.

Menurut perencana keuangan OneShildt Budi Raharjo, setiap bisnis membutuhkan perhatian yang khusus sebelum bisnis tersebut membuahkan hasil. Ketika karyawan menjalankan bisnis sampingan, maka otomatis akan mempengaruhi pembagian waktu.

“Sebelum mendirikan bisnis sampingan pekerja harus memikirkan bagaimana cara usaha sampingannya tersebut tidak mempengaruhi pekerjaan utamanya yang sudah memberikan kepastian penghasilan rutin,” ujar Budi.  

Kendati begitu, jangan sampai bisnis mengakibatkan produktivitas menurun atau bahkan pekerjaan utama terbengkalai. Maka, yang perlu dipikirkan ketika ingin memulai bisnis sambil bekerja adalah bisnis yang dapat dilakukan di luar jadwal kerja.

Misalnya dapat dilakukan pada setiap akhir pekan, memiliki fleksibilitas waktu, mudah dan sederhana serta tidak terlalu membutuhkan konsentrasi pikiran dan menghabiskan tenaga.

Tak kalah penting, menurut Budi, yang harus diperhatikan adalah pengelolaan keuangan. Dalam konteks ini, kedisiplinan menjadi kunci penting. Seringkali ketika berbisnis, karena melihat hasil usahanya sebagai penghasilan tambahan, seseorang dapat tergoda untuk segera menikmati.

“Gaya hidup yang lebih tinggi bisa menggerus keuntungan usaha dan bahkan bisa jadi modal usaha,” ujar Budi.

Alangkah lebih baiknya apabila hasil usaha diputar kembali menjadi modal untuk mengembangkan usaha atau investasi. Tak hanya itu, memisahkan keuangan usaha dengan keuangan pribadi juga adalah hal yang perlu.

Salah satu risiko keuangan yang dihadapi adalah ketika modal yang sudah ditanamkan baik dari tabungan atau pinjaman ternyata merugi. Otomatis, apabila bisnis merugi maka tabungan tergerus. Lebih parahnya apabila modal dari pinjaman, karena cicilan tetap berjalan untuk mengembalikan ketika usaha usah berhenti.

Budi  menambahkan, bisnis bisa saja gagal karena beberapa faktor. Misalnya saja memilih usaha yang sudah surut , bisnis yang tidak diminati oleh konsumen, hingga memilih usaha yang terlalu sulit untuk dijalankan.

“Sehingga, ketika bisnis tidak berjalan sesuai dengan harapan maka dianggapnya bisnis itu tidak cocok dan akhirnya menyerah,” tutur Budi.

Faktor lainnya, seperti kurang membekali diri dengan keahlian-keahlian yang menunjang bisnis. Contonya, kemampuan komunikasi, negosiasi dan menjual, pelatihan-pelatihan keuangan, hingga pajak.