real
        time web analytics

Info

BKPM: Investasi 2018 Didominasi Sektor Infrastruktur dan Telekomunikasi


Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong (kiri) didampingi oleh Plt Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Farah Ratnadewi Indriani saat memaparkan Realisasi Investasi Kuartal IV dan Semester II 2018. (foto: istimewa)

TOPCAREER.ID – Berdasar data yang disampaikan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) terkait realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA), selama periode 2018 didominasi oleh sektor infrastruktur dan telekomunikasi. 

Dalam Laporan Realisasi Penanaman Modal PMDN-PMA Triwulan IV dan Januari-Desember Tahun 2018 itu, sektor infrastruktur seperti pembangkit listrik, gas, dan air ada di urutan atas dengan realisasi investasi PMDN-PMA mencapai Rp117,5 triliun.

Kemudian diikuti oleh sektor transportasi gudang dan tlekomunikasi dengan realisasi investasi PMDN-PMA mencapai Rp94,9 triliun. Dan urutan tiga yang mendominasi adalah sektor pertambangan, dengan nilai Rp73,8 triliun.  

“Dengan berkembangnya industri telekomunikasi kami mengharapkan di tahun-tahun mendatang industri yang berbasis teknologi digital dan beberapa startup lain yang dikategorikan unicorn dapat terus tumbuh,” kata Kepala BKPM, Thomas Trikasih Lembong dalam konferensi pers.  

Lantaran industri telekomunikasi yang tengah mengalami pertumbuhan, Thomas mengatakan bahwa alasan itu yang mungkin bisa dijadikan pertimbangan pihaknya untuk memberikan fasilitas fiskal berupa tax holiday untuk industri ekonomi digital.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal - BKPM, Farah Ratnadewi Indriani mengatakan bahwa selain eknomi digital yang kini memang tengah berkembang, banyak pula sektor lainnya yang lebih menarik. 

“Indonesia masih memiliki sektor-sektor yang menarik untuk lebih digali lagi di tahun 2019, seperti lifestyle, industri 4.0 dan industri pariwisata memiliki peluang untuk penyerapan tenaga kerja,” tutur Farah.

Berdasarkan sektor usaha, (lima besar) realisasi investasi (PMDN dan PMA) adalah: Listrik, Gas, dan Air (Rp 117,5 triliun, 16,3%); Transportasi, Gudang, dan Telekomunikasi (Rp 94,9 triliun, 13,1%); Pertambangan (Rp 73,8 triliun, 10,2%); Industri Makanan (Rp 68,8 triliun, 9,5%); dan Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran (Rp 56,8 triliun, 7,9%).

Total realisasi investasi PMDN tahun 2018 mencapai Rp 328,6 triliun menunjukkan peningkatan sebesar 25,3%, dibandingkan tahun 2017 sebesar Rp 262,3 triliun. Sedangkan total realisasi investasi PMA tahun 2018 adalah sebesar Rp 392,7 triliun, turun 8,8% dibandingkan realisasi investasi PMA tahun 2017 sebesar Rp 430,5 triliun.