real
        time web analytics

Info

Dampak Buruk Jarang Menulis


TOPCAREER.ID – Kamu masih ingat kapan terakhir menulis? Jika lupa, ternyata jarang menulis bisa membawa dampak buruk. Kok bisa? 

Para ahli grafolog dunia mengemukakan bahwa menulis dengan tangan memiliki beberapa manfaat pengembangan diri. Tulisan tangan merupakan sebuah jendela untuk memahami karakter seseorang.

Deborah Dewi, Grafolog Indonesia yang mengungkapkan jika tulisan tangan bisa meningkatkan fungsi kognitif. Menurutnya sering menulis tangan maka syaraf otak akan semakin kuat.

"Ini adalah hasil penelitian dari neuroscience, berhubungan dengan grafologi yakni studi yang menganalisa tulisan tangan. Bisa melihat perbedaan otak yang sering dilatih lewat tulisan tangan," ungkap Debo, sapaan akrabnya.

Ada dampak negatif bagi orang yang selalu mengetik dan hampir tidak pernah menulis tangan. Menurut ahli grafologi yang telah memenuhi Standard Competence EC-0293 sebagai Graphologist Expert dan tervalidasi oleh Apostille The Hague Convention ini, ada perbedaan kognitif yang berpengaruh dengan cara berpikir dan aksi bagi seseorang yang membiasakan dirinya menulis dengan yang tidak.

"Berdasarkan penelitian yang diungkap oleh Preston University menyebutkan bahwa menulis lebih mudah diingat. Dengan menulis seseorang dipaksa untuk menggerakan banyak ototnya dan melatih fokus. Berbeda dengan mengetik yang mungkin hanya jari-jari tangan saja yang bekerja," ujar Debo.

"Tentu ada dampaknya generasi milenial yang tidak pernah menulis tangan biasanya kurang kritis. Makanya pemikiran tajam lahirnya di generasi apa? Generasi yang menulis tangan seperti penemu-penemu Thomas Alva Edison yang memang pada masanya belum mengenal mengetik. Lain halnya jika generasi milenial memang menyisakan waktunya untuk brain games yang bisa mengasah otaknya ya," imbuhnya.

Mengingat beberapa manfaat dari menulis, Debo pun mengajak setiap orang untuk menulis. Ia pun mendorong untuk membangkitkan kembali kesadaran dan budaya menulis tangan di kalangan generasi milenial.

"Misalnya kalau aku itu selalu menulis brain storming, kemudian goal atau tujuan apa yang ingin aku capai, menyelesaikan pekerjaan dan memilih tugas mana yang akan dikerjakan. Menulis tidak hanya mengasah otak dan pikiran tapi juga membantu menyusun hidup kita jadi teratur dan terarah. Mau menulis diary juga nggak masalah yang penting kan menuliskan pokok pikiran," ujar Debo.