real
        time web analytics

Info

Dampak Kerja Multitasking


TOPCAREER.ID – Ada tipe pekerja yang memang lebih suka multitasking daripada menyelesaikan pekerjaannya satu per satu. Tapi, berbagai macam penelitian membuktikan melakukan banyak ekerjaan sekaligus justru tak membuat pekerjaan makin cepat. Efek lainnya bahkan bisa menurunkan IQ. 

Dalam laporan Entrepreneur, Profesor neurosains Earl Miller dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) termasuk yang mengajak waspada terhadap kerja multitasking. Pasalnya, bolak-balik ke satu tugas ke tugas lain justru menguras tenaga mental.

Dilansir dari laman Entrepreneur, berikut tiga dampak yng terjadi ketika pekerja multitasking.

1. Pekerjaan selesai lebih lama

Menurut John Medina, ahli biologi molekular dan penulis Brain Rules: 12 Principles for Surviving and Thriving at Work, Home and School, pekerjaan seseorang bisa 50 persen lebih lama jika bekerja sambil berganti-ganti tugas.

Sebuah survei dari Microsoft juga menunjukan perlu rata-rata 15 menit bagi pegawai bagi pegawai untuk dapat kembali ke sebuah tugas kompleks bila mereka berhenti untuk mengecek email dan pesan singkat.

2. IQ jadi turun dan perhatian berkurang

Multitasking juga tak berdampak ke pekerjaan saja, tetapi juga berdampak ke apa yang terjadi di dalam otak. Peneliti Universitas Sussex melihat hasil MRI dari orang-orang yang fokus pada perangkat berbeda, seperti menonton TV sambil mengirim SMS. Hasilnya, densitas grey matter di otak mereka berkurang.

Itu berarti kontrol kognitif orang tersebut berkurang, dan kemampuan perhatian mereka jadi lebih buruk. Psikolog juga menyebut mereka yang melakukan multitasking mengalami penurunan IQ serupa dengan orang yang begadang semalaman. Pengurangan IQ karena hal tersebut bisa sampai 15 poin.

3. Kesalahan akan lebih banyak

Studi dari Institut National de la Santé et de la Recherche Médicale menemukan bahwa partisipan membuat tiga kali kesalahan dan menjadi sering lupa jika mengerjakan beberapa hal sekaligus.

Ahli biologi molekular John Medina juga menyatakan orang yang multitasking akan membuat 50 persen lebih banyak kesalahan.

 

Rekomendasi

Terkait