real
        time web analytics

Info

Deutsche Bank Kurangi Karyawan Hingga 18.000


TOPCAREER.ID – Berniat melakukan langkah reorganisasi, Deutsche Bank bakal memangkas 18.000 pekerjanya dalam tiga tahun mendatang. Namun, bank asal Jerman ini masih belum memberikan keterangan lebih lanjut soal posisi apa saja yang kena pangkas ini. 

Dikutip dari BBC, Deustche Bank bakal melaporkan laporan keuangan kuartal II-2019 di mana perusahaan mencatatkan kerugian hingga 3,14 miliar dollar AS (2,8 euro).  Dengan reorganisasi tersebut, Deutsche Bank bakal mengalami penyusutan bisnis investment banking. 

Mereka menyatakan bakal sepenuhnya keluar dari kegiatan yang terkait dengan pembelian dan penjualan saham, yang sebagian besar dilakukan di London dan New York. 

Dengan jumlah pekerja mencapai 8.000 orang, London menjadi salah satu pusat bisnis jual beli saham terbesar Deustche Bank. Secara global, Deutsche Bank menyatakan bakal memangkas 74.000 pekerja hingga 2022, dan proses restrukturisasi tersebut diperkirakan bakal memakan biaya hingga USD8,31 miliar (7,4 miliar euro) dalam waktu tiga tahun mendatang.

 “Hari ini kami telah mengumumkan transformasi paling fundamental dari Deutsche Bank setelah beberapa dekade," kata Chief Executive Deustche Bank Christian Sewing. 

“Ini adalah awal yang baru untuk Deutsche Bank ... Dengan kembali fokus pada pelayanan klien, kami kembali ke akar kami dan ke apa yang pernah menjadikan kami salah satu bank terkemuka di dunia," ujar dia. 

Deutsche Bank selama bertahun-tahun telah kepayahan mengatasi penurunan bisnis investasinya dan telah melakukan beberapa upaya untuk memperbaiki hal tersebut. Rencana restrukturisasi kali ini akan menjadi wacana yang paling ambisius sejauh ini dan telah mendorong pengunduran diri salah seorang eksekutif puncak. 

Pada hari Jumat, bank mengumumkan bahwa kepala perbankan investasi Garth Ritchie, mundur dari posisinya Dengan rencana tersebut perusahaan berharap bisa menghemat biaya USD19,09 miliar (17 miliar euro). 

Perusahaan juga berencana menciptakan unit baru untuk mengelola aset milik bisnis yang tidak lagi digunakan. Diperkirakan aset tersebut bernilai USD83,1 miliar (74 miliar euro).

 

Rekomendasi

Terkait