real
        time web analytics

Info

Etiket Kantor yang Kini Dianggap Kuno


TOPCAREER.ID – Di era digital dengan perkembangan teknologi yang pesat, budaya di lingkungan kerja atau perkentoran pun ikut berubah, termasuk soal etiket. Dilansir dari laman Reader’s Digest, ada sejumlah etiket kantor yang kuno dan kini sudah dilupakan.

1. Masuk kerja saat sakit 

“Jangan pernah membawa kuman Anda ke tempat kerja," kata pakar etiket Jacqueline Whitmore. Menurut dia, ada kalanya pegawai dipuji ketika memilih untuk tetap bekerja di kantor saat sakit seperti demam atau batuk. 

Namun, saat ini ada yang tidak perlu datang ke kantor untuk bekerja. Jadi, menurut Whitmore, daripada Anda menyebarkan virus dan kuman di kantor karena penyakit Anda, ada baiknya memilih untuk tidak bekerja dari kantor saat sakit. 

2. Mencantumkan kata bijak di e-mail 

“Kecuali merupakan misi perusahaan, mencantumkan kata bijak dari orang-orang terkenal pada signature e-mail Anda harus dihindari. Meskipun kata bijak itu beresonansi dengan Anda, ini bisa memberikan emosi negatif pada pembacanya,” jelas Jill Gugino Pante, Direktur Lerner Career Services Center, University of Delaware. 

Jill mengungkapkan, apabila hal tersebut terjadi, maka pesan yang Anda kirimkan bisa disalahartikan, tergantung pada bagaimana si penerima menginterpretasikan kata bijak itu. 

3. Memberikan kartu nama 

Sarah Khogyani dari Nimble.com menyatakan, etika bisnis berupa memberikan kartu nama sudah dianggap kuno. Sebagian besar kartu nama terlupakan, hilang, atau malah digunakan sebagai pembatas buku. 

“Apabila koneksi tersebut layak untuk dikontak, segera kirimkan pesan singkat dan simpan informasi mereka sehingga Anda bisa membuka informasi. Selain itu, pada sebagian besar smartphone, Anda bisa mengirim informasi kontak secara komplit," jelas Khogyani.

4. Ritual jabat tangan 

Monster Career Expert, Vicki Salemi menjelaskan, di masa lampau, laki-laki selalu berdiri ketika dikenalkan kepada seorang perempuan, sementara perempuan tetap duduk. Selain itu, laki-laki harus menunggu perempuan menyodorkan tangan sebelum lelaki menjabat tangannya. Etiket- etiket semacam itu dipandang sudah kuno. 

"Adalah hal yang sopan ketika Anda selalu berdiri saat dikenalkan kepada seseorang, tak peduli gendernya. Ini menunjukkan rasa hormat, ketertarikan alami pada orang lain, dan kesetaraan," jelas Salemi. 

Terkait jabat tangan, Salemi menyatakan sudah otomatis bagi Anda untuk menyodorkan tangan dan jangan menunggu orang lain melakukan itu lebih dulu. 

5. E-mail bertele-tele 

Dalam unggahan bertajuk "Outdated Practices to Avoid in Modern Business," Evobr.com mengatakan, apabila metode jejaring sosial Twitter yang menyaratkan 149 karakter terbukti berhasil, maka ini dapat diartikan bahwa orang-orang menyukai konten yang simpel dan tidak bertele-tele. 

 

Rekomendasi

Terkait