real
        time web analytics

Info

Founder Perlu Hindari Kesalahan Ini Saat Pitching Investor


TOPCAREER.ID – Untuk memperoleh pendanaan yang lebih mantap, para perintis bisnis akhirnya harus melakukan pitching dengan investor. Namun, kadang dalam prosesnya, ada saja kesalahan yang malah menciptakan kegagalan. 

Pitching bertujuan untuk meyakinkan investor terhadap bisnis yang akan Anda rintis dalam bentuk perusahaan rintisan (startup). Melansir TechCrunch, berikut adalah hal-hal yang harus Anda hindari saat pitching, menurut data DocSend, platform penyedia analitik untuk bisnis. 

1. Jangan awali dengan pengenalan produk

Investor menghabiskan waktu 4x lipat pada slide produk di pitch deck yang gagal daripada yang dilakukan pada deck pitch yang sukses. Bukan berarti itu hal baik. Menurut data yang dilansir dari TechCrunch, investor mungkin menggali detail yang memetakan nilai produk Anda dengan kebutuhan pasar saat ini. 

Menampilkan detail produk hanya akan membuat mereka bingung dan menimbulkan pertanyaan; mengapa ini penting untuk kami? Yang ingin mereka ketahui adalah, akankah produk yang Anda rintis ini dapat menciptakan bisnis besar.

2.Tidak memulai pitching dengan “mengapa?”

Deck pitch yang sukses diawali dengan tujuan dari perusahaan, diikuti dengan alasan di balik pemilihan tim dan pendiri, serta alasan produk itu tepat untuk diluncurkan saat ini.

Investor menghabiskan rata-rata 27 detik untuk memahami makna “mengapa sekarang” dan “mengapa harus Anda” dalam sebuah pitching yang sukses. Namun, mereka akan menghabiskan rata-rata 62 detik untuk memahami hal itu di pitching yang gagal. 

Dapat disimpulkan jika investor menghabiskan waktu lebih banyak untuk menilai tim Anda dan kapabilitasnya pada pitch deck yang gagal. Artinya mereka belum percaya atas penjelasan Anda mengenai tim dan tujuan dari startup Anda.

3. Tidak menceritakan alur

Pitch deck yang gagal diawali dengan produk, diikuti model bisnis, dan lanskap yang kompetitif. Dek yang berhasil juga memiliki itu, tetapi terdapat sebuah narasi yang variatif yang menarik intuisi dalam proses pitching yang berhasil.

Di dek yang gagal, investor menghabiskan waktu lebih banyak terhadap produk, tim, dan finansial. Dalam angka, rata-ratanya menginjak waktu enam menit, sedangkan pada dek yang berhasil, mereka hanya habiskan waktu dua menit.

Dek yang berhasil juga dikunjungi berulang-ulang. Ia dikunjungi 2,3 kali lebih banyak daripada dek yang gagal.

 

Rekomendasi

Terkait