real
        time web analytics

Info

Kelelahan Kerja Masuk Daftar Klasifikasi Penyakit dari WHO


TOPCAREER.ID – Wow, “kelelahan kerja” (burnout) kini sudah masuk dalam daftar Kalisifikasi Penyakit Internasional (International Classification of Diseases/ICD). Hal itu ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO).

Keputusan untuk menetapkan kelelahan kerja sebagai penyakit dicapai dalam rangkaian pertemuan Majelis Kesehatan Dunia (World Health Assembly) di Jenewa, Swiss, yang berlangsung 20-28 Mei 2019. 

Keputusan ini diharapkan bisa membantu menghentikan perdebatan selama beberapa dekade di antara para ahli tentang bagaimana mendefinisikan kelelahan kerja, apakah itu harus dianggap sebagai kondisi medis atau bukan.

Dalam pembaruan di ICD-11 ini, WHO mendefinisikan kelelahan kerja atau burnout sebagai "sebuah sindrom yang dikonsepkan sebagai akibat dari stres kronis di tempat kerja yang tidak berhasil dikelola." Kondisi ini ditandai oleh tiga hal, yakni kelelahan, sinisme, dan ketidakefisienan secara profesional.

Seseorang yang mengalami burnout akan mengalami kelelahan seperti rasa kurang berenergi dalam menghadapi hari-harinya atau menghadapi seseorang yang membutuhkannya dalam pekerjaan. 

Sementara sinisme mengacu pada respons negatif atau bermusuhan dari pekerja yang mengalami burnout tersebut. Adapun ketidakefisienan secara profesional berdampak pada turunnya performa dan produktivitas dalam pekerjaan pegawai yang bersangkutan.

Draf ICD-11 sendiri telah selesai dirancang tahun lalu berdasarkan hasil rekomendasi dari para ahli kesehatan di seluruh dunia. Draf ini telah disetujui pada hari Sabtu, 25 Mei 2019. 

“Ini adalah pertama kalinya burnout dimasukkan dalam klasifikasi (ICD),” kata juru bicara WHO Tarik Jasarevic kepada para wartawan. ICD-11 sendiri baru akan berlaku efektif mulai 1 Januari 2022. 

Dalam draf ICD-11 ini ada beberapa hal baru lainnya. Antara lain, “perilaku seksual kompulsif" ditetapkan sebagai gangguan mental, begitu pula dengan “kecanduan game” yang ditetapkan sebagai penyakit. 

 

Rekomendasi

Terkait