real
        time web analytics

Info

Kendala yang Hadang Industri Film Indonesia


TOPCAREER.ID – Meski punya potensi yang besar, tapi industri film Indonesia dinilai belum maksimal. Hal itu lantaran minimnya layar atau bioskop di daerah-daerah. Sehingga industri film Indonesia belum bisa disetarakan dengan neagara lain, seperti India, Amerika, China, bahkan Malaysia.

Hal itu seperti yang dikatakan oleh CEO Visinema Angga Dwimas Sasongko. Menurutnya, potensi market dan produksi yang dihasilkan industri film masih belum seimbang. Angga pun menjelaskan bahwa banyak kendala yang mewarnai industri film di Indonesia.

“Yang menjadi kendala selama ini macam-macam. Salah satunya ketersediaan layar atau bioskop. Gimana kita bisa punya produk yang bagus di masyarakat kalau bioskopnya sedikit. Ini yang mesti kita dorong," kata Angga Dwimas Sasongko di Jakarta. 

Angga mengatakan, saat ini screen per kapita di Indonesia sekitar 0,4 layar per 100.000 orang. Berbanding cukup jauh dengan China di angka 1,8 layar per 100.000 orang, bahkan Amerika di angka 14 layar per 100.000 orang. 

“Itu di Indonesia masih kecil sekali. Di Jember populasinya berapa? 3 juta orang. Tapi bioskopnya cuma 1. Jadi mari kita support orang-orang yang ingin investasi ke industri film," kata Angga. 

Angga melanjutkan, di sisi lain industri film di Indonesia harus menarik Industri film asal luar negeri untuk berkolaborasi di Indonesia, bukan di luar negeri. 

“Ini akan membantu menambah SDM mumpuni di industri perfilman. Jadi ketika dia bikim film sendiri, filmnya jauh lebih baik," jelas Angga. 

Kendati terkendala jumlah bioskop, pertumbuhan penonton di Indonesia mengalami kenaikan yang signifikan. Sejak 4 tahun terakhir, Angga mengaku pertumbuhan sudah berada di angka 20 hingga 25 persen yoy. Munculnya platform digital pun kian membantu bisnis film semakin berkembang. 

“Kalau digital buat saya complimentary, sebagai suplai tambahan. Tapi belum jadi main, yang main tetap akan jumlah box office. Setidaknya cukup untuk membuat peluang kita lebih baik," ucapnya.

 

Rekomendasi

Terkait