real
        time web analytics

Info

Milenial Betah Belanja Gara-Gara Sosial Media?


TOPCAREER.ID – Jangan salah, media sosial tak hanya mampu mendekatkan sanak saudara yang jauh di mata, tapi juga mampu menggoda pengguna untuk berbelanja. Berdasar survei terbaru, media sosial ternyata bisa menggoda seseorang untuk membelanjakan uangnya, terutama para milenial.

Dikutip dari CNBC, Jumat sebanyak 49 persen milenial (usia 23-38 tahun) menyatakan media sosial memengaruhi mereka untuk membelanjakan uang untuk menikmati pengalaman. Ini berdasarkan survei bertajuk 2019 Modern Wealth yang dilakukan oleh Schwab. 

Angka tersebut lebih tinggi daripada generasi-generasi lainnya, yakni Gen Z (44 persen), Gen X (28 persen), dan baby boomers (16 persen). Selain itu, sebanyak 48 persen milenial mengatakan mereka belanja berlebihan ketika membagikannya ke teman-temannya di media sosial, apakah itu berupa makan di luar atau liburan bersama-sama. 

Farnoosh Torabi, penulis tentang keuangan personal dan pengasuh podcast So Money menjelaskan, media sosial semakin memiliki dampak besar terhadap bagaimana kita berbelanja. 

“Kita semua menghabiskan waktu, sangat lama, di media sosial. Kita cenderung belanja berlebih karena melihat gaya hidup di Instagram maupun Facebook," ucap Torabi. 

Ini bukan kali pertama survei menyimpulkan bahwa media sosial memengaruhi belanja. Pada 2018 lalu, menurut survei Allianz Life Insurance, sebanyak 57 persen milenial dilaporkan belanja tanpa perencanaan karena apa yang mereka lihat di media sosial. 

“Milenial merasakan stres yang besar, salah satu penyebabnya adalah pengaruh media sosial," kata Terri Kallsen, EVP hubungan investor di Schwab. 

Penyebabnya adalah sebagian besar milenial lebih memperhatikan apa yang dibelanjakan oleh teman-teman mereka, bukan bagaimana mereka menabung. 

“Belanja bukan musuh, namun ketika kita mengizinkan tekanan sosial atau tekanan lainya menggoda kita untuk belanja di luar kemampuan, ini dapat memengaruhi stabilitas keuangan jangka panjang, atau permasalahan yang lebih besar," ujar Kallsen.

 

Rekomendasi

Terkait