real
        time web analytics

Info

Mitos Seputar Karier yang Sering Bikin Khawatir


TOPCAREER.ID – Gonta ganti pekerjaan dianggap bisa merusak reputasi selama mengembangkan karier. Tapi ternyata itu hanyalah satu dari beberapa mitos yang sering dilontarkan terkait karier seseorang. Diilansir dari HerMoney, berikut beberapa mitos seputar karier yang tak perlu dipercaya.

1. Mitos: Gonta-ganti pekerjaan bisa merusak reputasi profesional 

Di masa seperti saat ini, berganti pekerjaan menjadi hal yang lumrah. Apalagi, ada juga kecenderungan generasi milenial tidak tahan lama bekerja di satu perusahaan. Di Amerika Serikat saja, misalnya, menurut daya Biro Statistik Tenaga Kerja, rata-rata warga AS berusia 18-50 tahun telah berganti pekerjaan hampir 12 kali. Biasanya warga AS pernah menjalani 3 hingga 4 kali berganti karier. 

Saat ini, keahlian-keahlian yang disebut transferable skills, membuat seseorang lebih mudah dan sukses berganti pekerjaan dan karier. Transferable skills adalah keahlian yang dapat digunakan untuk sukses dalam posisi apapun, seperti keahlian komunikasi yang baik, tingkah laku yang positif, dan pengetahuan teknologi. 

2. Mitos: Rehat sejenak dari karier bisa menghambat kesuksesan 

Menurut direktur pengembangan karier di Ohio University Imants Jaunarajs, penting bagi Anda untuk meluangkan waktu guna mengetahui apa yang sebenarnya Anda inginkan. Rehat sejenak dari karier tidak berarti Anda tak bakal dapat pekerjaan ketika kembali ke dunia kerja. 

Kondisi ini hanya memberi Anda jeda pada CV yang harus Anda jelaskan ketika akan kembali bekerja. Sebenarnya, rehat sejenak dari pekerjaan adalah hal yang lumrah. Menurut survei yang dilakukan Harris Interactive, 37 persen pegawai perempuan meninggalkan pekerjaan pada titik tertentu karier mereka untuk merawat anak atau anggota keluarga yang lain. 

3. Mitos: Sulit mencari pekerjaan di kota besar 

Kota besar kerap dianggap memiliki persaingan yang lebih ketat dalam hal memulai karier. Namun demikian, kota kecil juga memiliki pasar tenaga kerja yang lebih kecil, dan kondisi ini dianggap menantang bagi pelamar kerja. 

"Untuk bersaing di kota yang lebih besar, pelamar kerja sebaiknya memiliki pengalaman yang baik, CV yang solid, dan surat lamaran yang kuat," ujar Rothman. 

Adapun menurut Jaunarajs, kota besar memang lebih kompetitif, namun kondisi itu jangan membuat Anda mundur untuk berkarier di kota metropolitan jika itu memang prioritas Anda. Menurut dia, jika Anda tidak mencoba berkarier di pasar yang besar seperti di kota besar, maka Anda mungkin akan ketinggalan pengalaman yang berharga. 

4. Mitos: Bekerja freelance tidak akan memperoleh penghasilan yang stabil 

Ketika Anda memilih untuk bekerja lepas alias freelance, maka Anda harus siap-siap bekerja keras di tahap awal. Sebab, Anda hanya memiliki penghasilan yang harus dialokasikan untuk beragam kebutuhan, berbeda dengan pegawai di perusahaan yang memperoleh penghasilan dan tunjangan. 

Anda pun bisa jadi memiliki jam kerja yang lebih panjang, sehingga terkesan sibuk. Meski demikian, itu tidak berarti bahwa menjadi freelancer bukanlah karier yang berkelanjutan. Para freelancer juga bisa memperoleh penghasilan dan pekerjaan yang stabil setiap bulannya. 

 

Rekomendasi

Terkait