real
        time web analytics

Info

Pengembang Lokal Industri Game di Indonesia


TOPCAREER.ID - Semakin maraknya gamers atau pemain game di Indonesia, membuat industri ini kian laris diminati. Dari tahun ke tahun nilai industri game di Indonesia makin besar, hal tersebut membuat Indonesia ini jadi target pasar paling potensial untuk industri game dunia. 

Untuk pangsa pasar, pada tahun 2014 hanya USD181 juta. Namun berselang 3 tahun kemudian naik hingga 4 kali lipat menjadi USD880 juta di 2017. 

Namun demikian, pengembang lokal kalah telak dengan pengembang dari mancanegara karena hanya menyumbang 1 persen dari USD880 juta tersebut. 

Salah satu pengembang lokal yang bersuara adalah Namaapa Studio, diwakili oleh Rizki. Studio game yang berbasis di Jakarta ini mengungkapkan, jika pasar peminatnya justru bukan dari kalangan orang-orang Indonesia. 

"Untuk pasar Indonesia, sebenarnya bukan target kita. Karena gim yang kita buat ini pasarnya sangat kecil di sini," ujar Rizki. 

Dia menjelaskan, di Indonesia ada 2 tipe pengembang, yakni pengembang yang bergantung kepada pasar serta pengembang yang mencari pasar sendiri atau indie. Kebanyakan, pengembang di Indonesia memang masih dalam kategori indie saat ini. 

"Sedangkan pasar yang suka produk kita itu justru dari luar negeri," lanjut Rizki. 

Sebagai salah satu pengembang lokal, dirinya tak bisa menyalahkan keinginan pasar game di Indonesia. 

Banyak hasil game anak bangsa ini menarik dan kondang di mata dunia. Namun, mirisnya di dalam negeri justru tantangan terbesar bagi mereka adalah mengubah pola pikir masyarakat dengan hasil produk anak negerinya. Pasar gim Indonesia memang dikuasi oleh pengembang-pengembang dari mancanegara dengan game triple A-nya seperti Mobile Legend dan AOV. Sedangkan pengembang lokal saat ini masih banyak bergerak dalam kategori game indie. 

Rekomendasi

Terkait