real
        time web analytics

Info

Perempuan di Jajaran Direksi Ciptakan Efek Positif untuk Perusahaan


TOPCAREER.ID – Kehadiran perempuan dalam jajaran direksi atau pimpinan di suatu perusahaan dinilai memiliki peran penting terhadap kesuksesan korporasi. Namun, berdasar dari The Economics Intelligence Unit, presentase perempuan pada keanggotaan dewan direksi perusahan di wilayah ASEAN masih rendah. 

Konsultan Senior dari The Economics Intelligence Unit Trisha Suresh mengatakan, hal ini disebabkan oleh adanya bias gender yang luas yang menganggap bahwa perempuan kurang cocok untuk posisi eksekutif puncak.

“Perempuan menghadapi perjuangan berat untuk bisa duduk di kursi dewan direksi dibandingkan dengan rekan pria mereka," kata Trisha di Jakarta.

Menurut penelitian International Finance Corporation (IFC) berjudul Keanekaragaman Gender Dewan Perusahaan di ASEAN, perusahaan yang memiliki lebih dari 30 persen anggota dewan perempuan melaporkan rata-rata Tingkat Pengembalian Aset atau Return of Assets (ROA) sebesar 3,8 persen. Itu lebih besar dari perusahaan yang tidak memiliki anggota dewan perempuan, dengan ROA sebesar 2,4 persen.

Sementara dalam hal keterwakilan perempuan di dewan, Indonesia setara dengan rata-rata ASEAN (14,9 persen). Namun, Indonesia tertinggal dalam hal jumlah perempuan yang menduduki posisi manajemen senior (18,4 persen), jauh di bawah rata-rata ASEAN yakni 25,2 persen.

Trisha menambahkan, kaum perempuan masih sulit untuk bisa mengembangkan karier lantaran banyaknya tantangan yang harus dihadapi, baik di level regional maupun perusahaan.

Di tingkat regional, kata dia, perempuan masih harus menghadapi tekanan sebagai ibu rumah tangga, stereotip umum terkait sifat dan kebiasaan kaum hawa, sampai minimnya wadah untuk bisa menyalurkan bakat.

Sedangkan di level perusahaan, pengangkatan seorang dewan direksi masih cenderung didominasi oleh relasi antar sesama rekan lelaki.

"Untuk mengatasi budaya ini, perusahaan dapat mulai memperkenalkan mekanisme seleksi yang lebih formal untuk pemilihan keanggotaan dewan dan memberi kandidat perempuan visibilitas yang lebih besar melalui jaringan Iintas perusahaan atau direktori anggota dewan perempuan di seluruh negara,” jelas dia.

Upaya ini didorong lantaran dewan direksi sebuah perusahaan yang memiliki anggota perempuan telah terbukti menunjukkan kemampuan pengambilan keputusan yang lebih baik dengan menggunakan perspektif yang lebih luas. 

“Bisnis inklusif yang mempromosikan kesetaraan gender, pekerjaan yang layak dan pertumbuhan ekonomi, adalah kunci untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs)," pungkas dia.

 

Rekomendasi

Terkait