real
        time web analytics

Info

Profesi dalam Produksi Film, Cameraman (Part 3)


TOPCAREER.ID - Tahu nggak sih sampai sebuah film itu bisa kamu tonton di bioskop dan layar kaca terdapat sederet orang-orang hebat yang ada di belakang layarnya. Kali ini kita akan bahas soal profesi sebagai cameraman

Dirangkum dari beragam sumber, Juru Kamera (cameraman) secara teknis melakukan perekaman visual dengan kamera mekanik ataupun elektronik dalam produksi film di bawah arahan pengarah fotografi dan bertanggungjawab kepadanya.

Sutradara juga bekerja sama dekat dengan operator kamera untuk memastikan bahwa pandangan sutradara ditangkap oleh film sebagaimana yang diinginkan. Operator kamera adalah kru dari yang terpilih dalam produksi film yang secara langsung bertanggungjawab dari apa yang terlihat di layar.

Tugas dan Kewajiban Juru kamera (Operator Kamera) pada tahapan persiapan produksi antara lain, menganalisa mood dari skenario dan konsep sutradara. Dengan melakukan pengarahan, melakukan persiapan dan pemeliharaan peralatan kamera serta sarana penunjangnya; Melakukan uji coba secara teknis atas peralatan dan bahan baku yang akan dipergunakan dalam produksi; Melakukan koordinasi dengan key grip sehingga secara teknis dan efisien mampu melaksanakan konsep visual dan gerakannya.

Sementara pada tahap produksi, tugasnya antara lain Melakukan perekaman visual secara teknis sesuai arahan pengarah fotografi, baik dalam halkomposisi, sudut pengambilan, gerak kamera dengan segala perubahannya; Mengkoordinasikan awak/kru kamera dalam melaksanakan tugasnya; Menjaga dan memelihara peralatan kamera dalam kondisi baik dan siap pakai.

Adapun hak-hak kameraman antara lain, Memberikan usulan yang bersifat teknis agar tercapai hasil rekaman yang baik; Meminta pengambilan ulang bila secara teknis hasil rekaman sebelumnya kurang baik.

Operator kamera berhak untuk mengingatkan setelah pengambilan gambar, seperti menegur pengatur boom atau microphone apabila masuk ke dalam shot, refleksi equipment atau kru pada kaca, fokus yang tidak tajam atau kesalahan fokus lainnya, flare pada lensa, gerak kamera yang kurang halus atau kurang baik, dan hal-hal lain yang dapat mengurangi keindahan shot yang diinginkan. Pada produksi film yang memiliki bujet besar, operator kamera dapat melaporkan segala hal yang menjadi kekurangan setelah selesai melakukan pengambilan gambar.