real
        time web analytics

Info

Program Studi Aktuaria Masih Minim Ditengah Kencangnya Permintaan Lulusan


TOPCAREER.ID -  Pemerintah mendorong kampus pengelola perguruan tinggi (PT) untuk mendirikan program studi (prodi) baru yang dibutuhkan dunia usaha. Salah satunya prodi aktuaria.

Sekjen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemenristekdikti) Ainun Naim mengatakan, pendidikan aktuaria merupakan studi tentang pengelolaan risiko keuangan yang saat ini sangat dibutuhkan dunia industri keuangan dan industri asuransi.

Namun, pendidikan aktuaria di Indonesia belum sepopuler di luar negeri. Padahal, kebutuhan akan tenaga aktuaris sangat tinggi karena belum tercukupinya tenaga aktuaris profesional yang dibutuhkan oleh industri finansial di Indonesia.

“Prodi aktuaria belum banyak di Indonesia, namun industri keuangan dan asuransi terus berkembang. Oleh karena itu, kita perlu menambah prodi dan pendidikan di bidang aktuaria untuk menghasilkan lulusan-lulusan yang kompeten pada bidang aktuaria. Kemenristekdikti berupaya memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa bidang aktuaria penting untuk mendukung industri finansial,” katanya beberapa waktu lalu.

Sebagai pilot project, Kemenristekdikti menugaskan sembilan perguruan tinggi untuk mengembangkan program ilmu aktuaria. Sembilan PT tersebut yaitu Institut Pertanian Bogor, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Pelita Harapan, Universitas Prasetiya Mulya, Universitas Parahyangan, dan Universitas Surya.