real
        time web analytics

Info

Realitas Gaji Wartawan di Indonesia, Jauh Dibandingkan Negara Lain


TOPCAREER.ID - Realita jurnalis di Indonesia sepertinya jauh dari rekan seprofesinya di negara lain, semisal jika dibandingkan dalam rata-rata upahnya.

Semisalnya di Amerika Serikat, Biro Statistik Tenaga Kerja AS, The US Bureau of Labor Statistics (BLS) menyebutkan rata-rata upah seorang jurnalis pewarta atau koresponden di Negeri Paman Sam itu sebesar USD37.820  per tahun (Rp 528,8 juta) atau per jamnya  USD18,18  (Rp254.000).

Untuk reporter di media kecil, mereka dapat memperoleh upah USD20.000 - USD30.000 dollar (Rp279 juta - Rp419 juta) per tahun. Jika di bagi dalam hitungan bulan, maka seorang reporter di media kecil AS akan menerima Rp23 juta – Rp35 juta.

Sementara di media yang lebih besar, seorang jurnalis bisa mengantongi upah USD35.000 – USD55.000 dollar (Rp489 juta-Rp769 juta) bahkan lebih dari USD60.000 (Rp838 juta) dalam setahun bekerja. Besaran-besaran di atas adalah upah untuk seorang jurnalis biasa atau baru.

Sementara untuk editor dan jabatan di atasnya, tentu akan memperoleh jumlah yang lebih besar.

Lantas bagaimana dengan kondisi di Indonesia? Aliansi Jurnalis Independen (AJI) beluma lama ini merilis survei tahunan mengenai upah layak jurnalis pemula di DKI Jakarta pada 2019 adalah Rp8,42 juta. Ini mengacu pada Upah Minimum Reguler (UMR) kawasan Ibu Kota pada tahun yang sama adalah Rp3,9 juta.

Fakta di lapangan, berdasarkan temuan AJI, masih ada saja media di Jakarta yang mengupah jurnalis pemulanya di bawah UMR yang ada. Angka itu jelas, masih sangat jauh dari angka layak sebagaimana disuarakan.

Rekomendasi

Terkait