real
        time web analytics

Info

Sakit Kepala yang Makin Berat, Sinyal Bahaya


TOPCAREER.ID - Sakit kepala ataupun pusing merupakan keluhan yang biasa dialami kebanyakan orang. Namun kondisi itu patut diwaspadai jika sakit kepalanya semakin berat. Bisa jadi itu merupakan gejala tumor atau kanker otak. 

Menurut penjelasan dokter spesialis bedah saraf Made Agus M Inggas, sakit kepala yang terus-menerus dan makin buruk, harus segera dicek.  Guna memastikannya, kamu perlu melakukan pemeriksaan MRI (magnetic resonance imaging) di rumah sakit. 

 “Misalnya kalau biasanya sakit kepala dikasih obat sudah sembuh, sekarang obatnya tidak mempan. Berarti kan progresif, ada sesuatu yang tidak normal. Sebaiknya periksa,” kata Ketua Departemen Bedah Saraf di MRCC Siloam Semanggi ini. 

"Gejalanya bisa sama dengan gejala maag, selalu sakit kepala, mual, muntah. Tapi, ada juga pasien yang gejalanya migren, kadang vertigo, kadang sakit kepala di pagi hari. Sangat bervariasi," ujar Made.

Karena gejalanya yang tidak khas tersebut, pemeriksaan kesehatan berkala (check up) termasuk pemeriksaan otak seharusnya dilakukan untuk deteksi dini penyakit. 

Selain gejala umum yang tidak khas, gejala kanker otak bisa muncul tergantung lokasi tumornya. Misalnya jika tumornya ada di otak kecil, gejalanya bisa berupa vertigo. 

"Kalau tumornya di belakang, biasanya gangguan penglihatan. Bisa juga langsung hilang kesadaran kalau tumornya di batang otak. Karena ukuran batang otak itu hanya sebesar jempol orang dewasa, jadi kalau ada tumor langsung muncul gangguan," paparnya. 

Made menjelaskan, walau kanker otak termasuk penyakit yang ganas, tetapi angka harapan hidup pasien kini semakin tinggi. 

"Secara teori survival rate pasien sampai 2 tahun dengan pengobatan komplet. Tapi banyak juga yang bisa bertahan sampai 5 tahun kalau kankernya ditemukan di stadium awal," ujarnya.

Perkembangan pengobatan di Indonesia, menurut Made, tidak kalah dengan negara-negara tetangga. "

Pengobatannya dengan operasi, radiasi, dan kemoterapi. Teknik operasinya juga sudah macam-macam. Apa yang bisa dilakukan dokter di luar negeri, kita juga sudah punya," katanya. 

Rekomendasi

Terkait