real
        time web analytics

Info

Setelah Diterima Sebagai Petugas ATC, Lalu?


TOPCAREER.ID – Setelah diterima sebagai petugas Air Traffic Controller (ATC) di perusahaan pelayanan navigasi AirNav Indonesia, mereka harus bersedia ditempatkan di daerah mana saja selama beberapa tahun. Dan, sebelum benar-benar memasuki masa kerja, mereka juga bakal dites kesamaptaan. 

Salah satu poin yang tak boleh terlewatkan jika ingin menjadi petugas ATC, maka kamu harus bersedia jika ditempatkan di kantor pelayanan navigasi AirNav di seluruh Indonesia. Setidaknya ada 67 kantor pelayanan naviagasi AirNav Indonesia, baik kantor cabang maupun kantor unit pembantu. 

Mungkin problematikanya tak hanya jauh dari tempat asal (rumah), mereka juga harus siap ditempatkan di kantor dengan kondisi lalu lintas udara yang padat seperti Jakarta. 

“Apakah di Aceh ujung sana, di Papua, atau di Jakarta juga bisa yang punya arus lalu lintas udaranya cukup padat, atau juga di Cilacap (kantor unit pembantu),” ujar mantan General Manager Jakarta Air Traffic Service Centre AirNav Indonesia, Budi Hendro Setiyono kepada TopCareer.id.

Biasanya, kata Budi, petugas ATC ini akan ditempatkan di satu daerah minimal 4 tahun, baru kemudian boleh pindah jika memang ada kebutuhan di tempat yang dituju. Boleh atau tidaknya pindah tempat setelah masa dinas 4 tahun ini, kembali lagi pada ketersediaan posisi di tempat tujuan.

“Katakanlah minta pindah ke Padang, lalu taunya Padang penuh, ya mungkin tidak dipindah ke Padang. Ya minimal bisa minta pindah dari tempat sebelumnya didinaskan. Tapi tidak selalu permintaan dia dipenuhi,” tutur laki-laki yang kini menjabat sebagai Kepala Sekolah di Indonesia Aviation School. 

Tes Kesamaptaan

Setelah diterima sebagai petugas ATC di AirNav Indonesia, para peserta yang lolos itu harus melakukan tes kesamaptaan di Pusat Pendidikan Perhubungan di Cimahi selama 10 hari terlebih dulu sebelum benar-benar didinaskan di daerah-daerah.

Di sini, para calon ATC dilatih kedisiplinannya juga kesiapan mental serta kesehatan fisik. Tes kesamaptaan ini layaknya latihan dasar kemiliteran. Bisa dengan latihan fisik seperti push up, scot jump, dan baris-berbaris. 

“Makanya harus sehat. Kalau enggak sehat ya enggak kuat 10 hari,” ucap Budi. 

Menurutnya, ada saja peserta yang tak kuat dengan uji kesamaptaan lalu malah gugur di tengah jalan. Ada pula yang saat melalui sekolah khusus ATC memutuskan untuk tidak lanjut, lantaran beban mental dan tanggung jawab yang harus diemban.