real
        time web analytics

Info

Studi Global: 56 Persen Karyawan Tak Miliki Kemampuan Digital


TOPCAREER.ID - Vodafone Institute menerbitkan hasil penelitian global yang menemukan bahwa karyawan secara global merasa bahwa mereka tidak memiliki keterampilan digital yang mereka butuhkan untuk pekerjaan di masa depan.

Laporan ‘Industry and Employment' adalah bagian kedua dari studi ‘Digitising Europe,’ yang dilakukan oleh Ipsos atas nama Institut Vodafone, yang meneliti apakah berbagai tingkat digitalisasi berkorelasi dengan sikap populasi. Ada 9.000 orang di 9 negara disurvei untuk salah satu studi global pertama tentang penerimaan teknologi dengan latar belakang digitalisasi.

Temuan kunci:

- Secara global, 85 persen responden mengatakan bahwa mereka membutuhkan keterampilan digital dalam pekerjaan mereka, tetapi 56 persen mengatakan keterampilan mereka perlu diperluas dan hanya 29 persen mengatakan keterampilan mereka memadai.

- 78 persen responden di Cina dan 70 persen di Bulgaria melihat kebutuhan untuk memperluas keterampilan digital mereka, berbeda dengan 42 persen di Amerika Serikat, 42 persen di Inggris, 43 persen di Jerman.

- Hanya 32 persen responden Eropa yang mempelajari keterampilan digital mereka di tempat kerja atau selama studi mereka, dengan 67 persen mengatakan mereka harus mengajar diri mereka sendiri.

- 83 persen responden India dan 76 persen di Cina mendapatkan hingga lima jam atau lebih pelatihan digital setiap minggu, dibandingkan dengan kurang dari 50 persen di Eropa Barat.

Menurut para ahli yang diwawancarai sebagai bagian dari penelitian ini, ada dua faktor yang menjelaskan mengapa orang Eropa merasa kurang cenderung untuk meningkatkan keterampilan mereka. 

Pertama, upaya individu untuk memperoleh keterampilan baru tidak dipenuhi dengan pahala yang cukup atau imbalan finansial. Kedua, gagasan bahwa satu orang mengambil satu pekerjaan seumur hidup masih lazim di Eropa. Sebaliknya, orang-orang di Cina dan India secara langsung mendapat manfaat dari pertumbuhan cepat digitalisasi dalam beberapa tahun terakhir.

“Digitalisasi dengan cepat mengubah dunia kerja dan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keterampilan digital sekarang penting untuk setiap pekerjaan. Namun, perluasan keterampilan digital harus mengimbangi dunia teknologi yang terus berubah, yang membutuhkan perubahan besar dalam cara kami mengajarkan keterampilan digital di sekolah, universitas, dan tempat kerja,” kata Joakim Reiter, Ketua Dewan Penasihat, Vodafone Institute, dan Direktur Urusan Eksternal Grup, Vodafone.

 

Rekomendasi

Terkait