real
        time web analytics

Info

Tujuh Karakter Korban Bullying di Kantor, Anda Termasuk?


TOPCAREER.ID – Bullying bisa terjadi di mana saja dan terhadap siapa saja, tak terkecuali di tempat kerja. Penelitian menunjukkan bahwa korban di tempat kerja malah bukan dari orang-orang yang lemah, malu-malu. 

Para target bully di kantor ini seringnya dri orang-orang yang terampil, berkelakuaan baik, jujur, dan sangat disukai. Berikut 7 karakteristik umum korban bullying di kantor:

1. Mereka Independen

The Workplace Bullying Institute (ya, memang ada tempat seperti itu) mewawancarai ribuan orang yang diintimidasi di tempat kerja dan temuan mereka bukanlah yang Anda harapkan. Si pelaku intimidasi sebenarnya memilih seseorang yang bertindak secara independen dan menolak untuk bermuka dua (menjilat), seseorang yang biasanya seorang pekerja veteran, sangat terampil, dan disukai.

Jadi mengapa pelaku intimidasi memilih korban yang mampu? Sadar atau tidak sadar, pelaku intimidasi menganggap orang ini sebagai ancaman. 

2. Mereka Memiliki Integritas

Korban bullying di tempat kerja biasanya jujur, etis, dan pro-sosial. Mereka melihat pekerjaan mereka lebih dari sekadar sarana untuk mendapatkan gaji. Mereka sering berada dalam posisi yang melibatkan membantu orang lain seperti guru, perawat, dan pekerja sosial. Whistle-blower yang melaporkan pelanggaran di tempat kerja menjadi sasaran karena mereka dipandang sebagai pengkhianat.

3. Mereka Ramah

Menurut Psychology Today, para korban intimidasi di tempat kerja biasanya baik. Merekalah yang mencoba bergaul dengan semua orang — mencari kerja sama dan konsensus, bukan persaingan. Pengganggu mereka melihat kebaikan mereka sebagai tanda kelemahan dan masuk untuk “membunuhnya.” Para korban ini, yang manis dan tidak curiga, benar-benar lengah oleh serangan-serangan itu dan dibiarkan bertanya-tanya: Mengapa saya?

4. Mereka Introvert

Banyak korban intimidasi di tempat kerja adalah introvert. Orang-orang ini biasanya pendengar dan pemikir yang sangat baik yang fokus pada tugas mereka dan tidak terjebak dalam politik kantor. Karena perhatian mereka, mereka tidak bereaksi terhadap intimidasi dengan cepat dan sering membiarkannya berlangsung terlalu lama. 

5. Mereka Lebih Muda atau Lebih Tua

Menurut penelitian oleh CareerBuilder.com, karyawan yang lebih muda dan lebih tua lebih cenderung menjadi target. Dua puluh persen dari mereka yang berusia 24 tahun ke bawah dilaporkan mengalami intimidasi. Persentase yang sama dilaporkan oleh mereka yang berusia 55 tahun ke atas. Para ahli berpendapat bahwa kedua kelompok umur itu rentan, yang lebih muda karena kurang pengalaman dan yang lebih tua karena obsesi masyarakat terhadap pemuda. 

6. Mereka Secara Fisik Berbeda

Mereka yang terlihat berbeda dalam beberapa hal sering menjadi sasaran. Perbedaan fisik mereka mungkin termasuk warna kulit, warna rambut (berambut merah sering menjadi korban), pincang, bibir sumbing, dan, tentu saja, berada di bawah atau kelebihan berat badan. Karena mereka ingin merasa lebih unggul dan terkendali, pengganggu memilih mereka yang mereka anggap "kurang dari" standar.

7. Mereka Orang Baik

Para korban bullying harus merasa nyaman mengetahui bahwa mereka adalah orang baik yang menjadi sasaran karena kebaikan mereka. Mereka tidak melakukan kesalahan apapun. Faktanya, mereka melakukan banyak hal dengan benar dan itulah sebabnya para pengganggu iri terhadap mereka.

 

Rekomendasi

Terkait