real
        time web analytics

Info

Tujuh Kebiasaan Pasca Interview Kerja yang Perkecil Peluang Lolos


TOPCAREER.ID – Mungkin ada kebiasaan tertentu yang tanpa sadar dilakukan setelah interview kerjaan sambil nunggu informasi lanjutan. Contoh, saking penasarannya Anda coba kepoin sosial media HRD. Eitss, bisa jadi kebiasaan seperti ini yang bikin Anda gagal lanjut tahap berikutnya.

Berikut 7 hal yang harus dihindari pasca wawancara biar bisa lanjut proses berikutnya.

1. Kepoin sosial media HRD

Mengutip dari Business News Daily, hal pertama yang harus dihindari setelah interview kerja adalah kepoin sosial media HRDnya. Ketika menyangkut masalah pekerjaan hal itu tergolong sangat tak profesional. Selain bikin risih kebiasaan ini mengganggu privasi seseorang. Coba belajar bersabar.

2. Sering mengirim email untuk menanyakan status

Setelah interview kerja kadang penasaran akan informasi akhirnya. Mengirim email ke perusahaan lantas jadi jalan pilihan untuk hilangkan rasa penasaran. Boleh-boleh saja menanyakan status kepada HRD lewat  email. Tapi, jangan terlalu sering, paling banyak 1 atau 2 kali setiap tahapan rekrutmen.

3. Mengubah ekspektasi gaji

Sebelum melakukan interview ada baiknya mempersiapkan berbagai macam jawaban mulai dari pengalaman kerja, kemampuan serta ekspektasi gaji kalau diterima oleh pihak korporasi. Tak sedikit pelamar kerja yang pengin merubah ekspektasi gaji setelah mengetahui beban-beban yang bakal dihadapi sebagai karyawan.

4. Terlalu percaya diri diterima kerja

Setiap pencari kerja harus memiliki kepercayaan diri yang baik selama proses perekrutan. Namun segala sesuatu yang berlebihan itu emang tak pernah bagus. Rasa percaya diri yang terlalu tinggi bisa bikin Anda terlihat negatif di depan perusahaan. 

5. Gak memfollow-up proses wawancara

Kalau tadi masalahnya terlalu sering menanyakan kabar kepada perusahaan maka kali ini sama sekali tak menanyakan kabar. Hal ini juga bisa dilihat negatif lantaran dianggap kurang peduli serta serius memperebutkan kursi yang kosong. Paling tidak menanyakan sekali kepada HRD tentang status rekrutmen.

6. Bertanya di sosial media milik perusahaan

Agar mendapatkan informasi yang jelas, kadang bisa follow up bertanya di kolom komentar akun perusahaan. Alih-alih pertanyaannya dijawab, Anda justru bisa di-noticed oleh manajemen dan masuk ke daftar hitam.

7. Memperbarui status media sosial seiring tahapan rekrutmen

Hindari memposting setiap tahap rekrutmen setelah wawancara. Hal ini berlaku kalau Anda terlalu sering melakukannya, sekali dua kali tak masalah. Takutnya momen yang dibagi tersebut bisa membocorkan kegiatan korporasi, kecuali sudah mendapat izin dari pihak perusahaan.

 

Rekomendasi

Terkait