real
        time web analytics

Info

Twitter Lagi Buka Lowongan Jadi Mimin @Twitter


TOPCAREER.ID – Bagi yang rajin bikin cuitan sampai bikin thread di Twitter, ada lowongan untuk posisi admin dari akun resmi @Twitter. Twitter membuka lowongan dengan posisi ‘Tweeter in Chief’. Lowongan ini dibuka untuk memperbaiki komunikasi antara perusahaan dengan penggunanya.

CEO Twitter, Jack Dorsey mengaku perusahaan masih kurang bisa memahami permasalahan di platform dan keinginan penggunanya. Itu disebabkan Twitter sering mempekerjakan orang yang tidak menggunakan produknya atau tidak mengerti bagaimana berkomunikasi dengan publik.

Bahkan jabatan kepala divisi produk di perusahaan sendiri tidak pernah diisi oleh seseorang dengan jangka waktu lebih dari 1 tahun. Mereka dianggap tidak memiliki keinginan yang kuat untuk memajukan platform atau setidaknya memikirkan bagaimana untuk meningkatkan kemampuan platform-nya.

Oleh karena itu, Twitter sangat membutuhkan sosok orang yang mampu memahami berbagai macam kultur yang ada di platform untuk menjadi ‘Tweeter in Chief’. 

Lowongan di posisi tersebut baru saja dibuka dengan syarat yang menyiratkan bahwa jabatan ini harus diisi oleh seseorang yang mampu memberikan citra ‘lucu’ dan disenangi.

Twitter berharap jabatan ini diisi oleh seseorang yang mampu menangani keluhan tentang Twitter, baik itu soal permintaan fitur baru maupun soal keterlibatan Twitter dalam penyebaran berita bohong.

Twitter sudah memulai branding di akun resmi @Twitter dengan menuliskan cuitan-cuitan humble dan lucu. Ternyata, gaya cuitan seperti itu membuat Twitter jadi lebih disenangi dan terbukti dengan jumlah Like dan Retweet yang meningkat signifikan.

Di cuitan-cuitan tersebut sudah mendapat Like dan Retweet hingga puluhan ribu kali. Sementara sebelumnya, akun @Twitter biasanya hanya mendapat ratusan Like dan Retweet. Tentu saja respons itu tidak layak didapatkan oleh akun dengan total pengikut sebanyak 56 juta.

Tidak jelas apakah Twitter bakal mengharuskan admin akun resmi mengungkap identitas dirinya, namun yang jelas perusahaan ingin memiliki seseorang yang bisa bersenang-senang dengan akun @Twitter. 

Twitter memang memiliki masalah mendasar yang belum terpecahkan soal bagaimana platform membuat percakapan yang sehat di antara penggunanya. 

 

Rekomendasi

Terkait