real
        time web analytics

Info

Alasan Milenial Lebih Pengin Kerja di Startup


TOPCAREER.ID – Kamu milenial? Bekerja di perusahaan startup kerap jadi incaran para milenial nih sepertinya. Tren lapangan kerja berubah seiring berjalannya waktu. Jika dulu perusahaan top dan jadi PNS kerap jadi andalan, sekarang perusahaan startup jadi incaran. 

Kira-kira, apa sih yang membuat milenial lebih cenderung bekerja di perusahaan startup, berikut ulasannya seperti dalam laman Money Smart.

1. Fleksibilitas

Ini salah satu nilai yang bisa dinilang paling dicari karena pada umumnya, perusahaan startup menawarkan beragam fleksibilitas atau keleluasaan kepada karyawan. Mulai dari jam kerja, cara berpakaian, bergaul, hingga menuangkan ide.

Gaya kaku ala korporat kuno, seperti berpakaian rapi, kerja 8 jam, absensi, dan lain-lain dinilai hanya dapat menghambat kreativitas para karyawannya. Gaya bekerja yang seperti itu sudah mulai ditinggalkan milenial, meskipun masih saja ada milenial konservatif.

2. Keingintahuan yang tinggi

Idealisme para milenial juga terbilang tinggi. Saat lulus kuliah misalnya, mereka akan lebih senang untuk mengetahui hal-hal baru, mengeksplorasi hal yang tidak diketahui sebelumnya, dan mengaplikasikan apa yang mereka pikirkan. 

Kalau misalnya kerja di perusahaan formal, mungin ketiga hal tersebut sangat sulit untuk diwujudkan, meskipun bisa. Tapi mereka bisa memenuhi hasrat tersebut di perusahaan startup. Dunia startup memungkinkan diri untuk berubah-ubah dan berkembang setiap saat. 

3. Tergiur penghasilan yang besar

Bekerja di perusahaan-perusahaan besar memang bisa memberikan jaminan karier di masa depan. Tapi soal gaji, untuk dapat nilai yang besar harus ada proses bertahap untuk mencapainya. Nah bagi anak milenial, ogah lama-lama untuk mendapatkan gaji yang mereka impikan, makanya lari ke startup.

 Startup umumnya hanya memiliki 50 – 100 orang karyawan. Dengan jumlah yang sedikit itu, mereka bisa mengalokasikan anggaran gaji yang besar untuk karyawannya tanpa takut proses produksinya terganggu.  Tapi risikonya adalah, pendanaan yang tak selamanya aman. Kalau misalnya pendanaan seret dan pencairannya terhambat, siap-siap saja gaji jadi korbannya.

4. Mengikuti passion

Idealisme para milenial memang masih kuat, jadi wajar saja kalau mereka mengikuti apa yang mereka sukai. Beberapa milenial banyak yang memiliki gairah di dalam dunia startup terutama di dunia teknologi.

Golongan yang seperti ini biasanya sangat membenci pekerjaan-pekerjaan administratif seperti menyusun surat, menulis surat, mengurus perizinan, membuat perencanaan, menghitung pengeluaran dan lain-lain.

5. Membenci tradisi-tradisi lama di dunia kerja

Mungkin sama seperti poin pertama terkait fleksibilitas dalam bekerja. Sebagian milenial yang memilih bekerja di perusahaan startup adalah karena tidak menyukai sistem kerja perusahaan-perusahaan formal. Ada beberapa peraturan yang paling dibenci, misalnya, harus datang tepat waktu, bekerja harus di meja kerjanya, dan lain-lain.

Karena ketidaksenangan itu, akhirnya mereka memilih bekerja di startup yang menawarkan beragam keuntungan. 

 

Rekomendasi

Terkait