real
        time web analytics

Info

Indonesia Kekurangan Aktuaris, Kok Bisa


TOPCAREER.IDBeberapa waktu lalu tepatnya pada 2013, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sempat mencanangkan program 1.000 aktuaris dalam 5 tahun. Sayangnya target itu belum bisa terpenuhi. Kok bisa?

Seperti diketahui hingga tahun lalu data mencatat di Indonesia baru ada sekitar 536 tenaga aktuaria. Dari jumlah itu pun, hanya 265 yang berstatus akturis, 271 sisanya masih menyandang ajun aktuaris.

Ketua Umum Persatuan Aktuaria Indonesia (PAI) Fauzi Arfan mengatakan kesempatan generasi muda untuk menekuni profesi ini masih sangat terbuka. Selain jumlahnya yang masih relatif sedikit di Indonesia, kebutuhannya pun semakin tumbuh, tidak hanya dari industri asuransi.

Di dunia internasional, lanjut Fauzi, profesi aktuaris dihargai mahal dan berdasarkan survei selalu masuk lima besar pekerjaan dengan renumerasi tertinggi.

Tak heran karena di Indonesia saja, untuk menjadi aktuaris tidaklah mudah. Seorang aktuaris harus menempuh 10 mata ujian yang diselenggarakan PAI, sebelum akhirnya mendapat gelar Fellow of the Society of Actuaries of Indonesia (FSAI). Sementara ajun aktuaris adalah mereka yang baru menyelesaikan delapan mata ujian dan mendapat gelar Associate of the Society of Actuaries of Indonesia (ASAI).

Sebanyak 10 mata ujian tersebut bisa ditempuh dalam waktu 5 hingga 7 tahun. Namun demikian, untuk menjembatani antara kebutuhan dan ketersediaan aktuaris, PAI telah bekerjasama dengan delapan universitas dalam program penyetaraan. Mahasiswa yang telah lulus mata kuliah tertentu dengan nilai memuaskan, akan dinyatakan melampaui mata ujian aktuaris.