real
        time web analytics

Info

Jadi Anggota DPR di Swedia Minim Gaji dan Tunjangan


TOPCAREER.ID – “Tugas utama kami adalah mewakili rakyat, jadi tak pantas rasanya jika kami diistemewakan atau mendapatkan banyak fasilitas atau gaji tinggi,” kata anggota parlemen Swedia dari Partai Sosial Demokrat, Per-Arne Hakansson.

Jika menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat merupakan pekerjaan mewah di Indonesia lantaran gaji dan tunjangan yang besar, lain halnya dengan anggota DPR di Swedia. Menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat di Swedia dinilai sebagai tugas dan pekerjaan sukarela. 

"Kami ini tak berbeda dengan warga kebanyakan. Yang membuat kami istimewa adalah kesempatan untuk ikut menentukan kebijakan negara," ujar Hakansson dalam laman BBC.

Untuk diketahui, anggota DPR Swedia menerima gaji sekitar USD6.900 atau sekitar Rp98 juta per bulan, setengah dari anggota Kongres Amerika Serikat yang menerima gaji USD14.000 dollar sebulan. Gaji rata-rata warga Swedia adalah USD2.800 atau sekitar Rp 40 juta per bulan.

Sementara itu, terkait tunjangan, semua anggota DPR Swedia tidak mendapatkan mobil dinas atau tunjangan untuk membeli mobil. Parlemen hanya punya tiga mobil dinas berjenis Volvo S80.  Ketiga mobil ini hanya diperuntukkan bagi ketua dan tiga wakilnya serta hanya boleh dipakai untuk tugas-tugas parlemen. 

Untuk urusan mobilitas, anggota DPR boleh menggunakan trasportasi umum secara cuma-cuma. Mengapa tak ada mobil untuk anggota DPR? “Kami bukan perusahaan taksi," kata pejabat parlemen, Rene Poedtke. 

Ia menjelaskan tiga mobil dinas milik parlemen tak boleh dipakai untuk mengantarkan anggota DPR dari kantor ke rumah. Satu-satunya pejabat tinggi negara yang punya mobil dinas adalah Perdana Menteri Stefan Lofven. 

Anggota DPR yang mewakili daerah pemilihan di luar ibu kota Stockholm boleh mengklaim semacam tunjangan harian yang besarannya sekitar 12 dollar AS atau setara dengan Rp 171.000. Di Stockholm, uang itu hanya bisa dipakai untuk membeli makanan sederhana.

Rumah Dinas

Di Swedia, rumah dinas berbentuk apartemen sempit dan hanya diperuntukkan bagi anggota parlemen yang berasal dari luar Stockholm. Anggota DPR Per-Arne Hakansson mengatakan, apartemen yang ia tempati hanya punya satu kamar dengan luas keseluruhan tak lebih dari 46 meter persegi. 

Meski demikian, apartemen yang ditempati Hakansson termasuk lapang. Properti milik negara biasanya berbentuk studio, jenis apartemen tak berkamar, dengan ukuran sekitar 16 meter persegi. 

Di studio ini hanya ada satu tempat tidur. Tidak ada mesin cuci atau mesin pencuci piring. Penginapan hanya diperuntukkan untuk anggota DPR. Pasangan atau anggota keluarga yang menginap harus membayar.

Jika pasangan ingin tinggal di properti ini, ia harus membayar setengah dari biaya sewa, yang uangnya masuk ke kas negara. 

“Tunjangan hanya semata-mata untuk anggota DPR, bukan untuk pasangan atau anggota keluarga yang lain," kata pejabat parlemen Anna Aspegren. 

Jika tak ingin tinggal di apartemen mungil ini, para anggota boleh menyewa properti lain dengan syarat uang sewanya tak melebihi 820 dollar AS atau Rp 11,6 juta per bulan. Untuk ukuran Stockholm, tunjangan uang sewa ini tergolong rendah.

 

Rekomendasi

Terkait