real
        time web analytics

Dari Kami

Modal Dubber Tak Cuma Jaga Kualitas Suara


TOPCAREER.ID – Suara merupakan modal utama bagi seorang dubber atau penyulih suara. Agar tetap laris di industri, kualitas selalu dipertahankan, termasuk kualitas individunya. Tapi, kadang industri seolah menguji kualitas para dubber dengan meningkatnya intensitas permintaan. 

Kualitas diri dalam industri dubbing ini sangat penting demi menjaga eksistensi. Larisnya pasar dubbing di Indonesia beberapa tahun terakhir, malah jadi sedikit hambatan untuk tetap menjaga kualitas. Namun, kejar tayang seharusnya bukan alasan untuk menurunkan kualitas hasil penyulihan suara. 

Tisa Julianti, seorang dubber senior Indonesia menyampaikan bahwa kualitas individu harus tetap dijaga meski sudah lama bergulat di industri ini alias senior. Jika memiliki kualitas yang baik, job dari manapun tak segan untuk berdatangan. 

Tapi, sayangnya, industri dubbing yang kian hari semakin maju dan mendatangkan banyak permintaan, membuat dubber sedikit goyah untuk selalu menjaga kualitas suara. 

“Kami kadang dikejar sama industrinya  yang lagi maju, kejar tayang, diburu-buru. Jadi bunyi kalimatnya juga kadang-kadang ya udah deh yang ada aja. Padahal suka enggak nyambung,” ucap Tisa saat ditemui oleh TopCareer.id.

Kalau sudah mengambil banyak job saat permintaan sedang meningkat, kadang stamina menjadi turun, kualitas suara pun tak konsisten bagusnya. Apalagi ketika melakukan dubbing serial tlevisi atau film yang memakan durasi lama. 

Tisa sendiri mengaku kalau stamina mulai menurun, maka suaranya akan sedikit berubah, tak sesuai dengan karakter yang ia dubbing.

“Kadang-kadang kalau sudah capek, jadi ngebass. Kalau aku sendiri berubah (suara) sih kalau capek.”

Ibu dua anak ini menilai masih banyak dubber yang menjaga kualitas tanpa dubber jadwal kejar tayang lantaran memang hobi di bidang ini. Ketika sudah hobi, mereka tak ingin “suaranya” terdengar buruk ketika dubbing, selalu ingin memberikan yang terbaik. 

Tisa pun tak segan untuk meminta beberapa kali take ulang pengambilan suara jika masih merasa belum puas dengan hasil yang diberikan.

“Kadang saya minta ‘Mbak sekali lagi deh.’ Kami kasih alternatif jadinya. ‘Mas itu kan lambat, saya kasih yang cepet deh.’ Bikin nyaman klien,” ujarnya.

Kualitas yang diinginkan industri

Bukan hanya soal suara yang secara konsisten mampu memberikan hasil terbaik. Namun, poin penting lainnya yang digarisbawahi oleh Tisa adalah soal attitude. Jika attitude buruk, bahkan di industri mana pun tidak akan langgeng. 

Untuk dunia voice over (dubbing), datang tepat waktu hingga menjalin kerja sama yang baik terhadap semua crew yang terlibat, merupakan bentuk dari kualitas individu yang diinginkan industri dubbing. 

“Jaga sikap itu penting. Kadang kalau lagi di atas itu suka mau-mau kita lah ya istilahnya. Kayak artis aja, kalau kadang merasa di atas, attitude-nya jelek, ya dengan mudah diganti yang baru,” ucap perempuan yang memulai karier dubbing sejak 1993.

Tisa menyatakan bahwa industri akan merasa tidak respect dengan voice over talent yang sikapnya merasa senior sehingga dinilai merasa cepat puas, dan tak ingin mendengarkan krtitik orang lain. Menjaga sikap bisa membuat seorang dubber bertahan lama dan tetap eksis di dunianya. Semakin senior, tetap bisa banjir job.  

0 Comments

Rekomendasi

Terkait

Skills