real
        time web analytics

Info

Orang Malas Tanda Cerdas?


TOPCAREER.ID – Orang yang malas selalu mendapat cap buruk dari orang-orang sekitarnya, bahkan dianggap tak akan bisa melalui masa depan yang baik. Tapi, untungnya, bagi semua pemalas di luar sana, sains telah menemukan bukti bahwa kemalasan bisa jadi pertanda kecerdasan. 

Rata-rata, orang yang kurang aktif secara fisik cenderung lebih pintar daripada orang yang aktif secara fisik, menurut sebuah studi tahun 2015 yang diterbitkan dalam Journal of Health Psychology. 

Para peneliti bahkan mengembangkan deskripsi mewah untuk “kemalasan,” yakni menyebutnya dengan  “kebutuhan untuk kognisi.” Orang-orang yang memiliki sifat ini mendambakan cara berpikir yang terstruktur dan beralasan dalam memandang dunia. Dan mereka sering melakukan kegiatan yang memberikan stimulasi mental yang kuat, seperti brainstorming puzzle atau debat.

Untuk penelitian ini, para peneliti menggunakan kuesioner untuk menilai “kebutuhan akan kognisi.” Ada 60 subjek dibagi menjadi dua kelompok (“pemikir” dan “bukan pemikir”) berdasarkan pada tanggapan survei mereka. 

Data menemukan bahwa mereka yang memiliki IQ tinggi akan lebih mudah bosan, sehingga membuat mereka menjadi kurang aktif dan menghabiskan lebih banyak waktu untuk berpikir.

Kelompok yang sangat aktif mudah bosan ketika harus duduk diam dan mengamati pikiran abstrak mereka. Sebagai gantinya, mereka lebih suka merangsang pikiran mereka dengan tugas-tugas aktif, seperti olahraga dan kegiatan fisik lainnya.

Apakah orang malas benar-benar lebih pintar dan lebih sukses?

Itu tentu saja tidak sesuai. Tetapi sebagian dari masalah mungkin berhubungan dengan bagaimana kita memandang kemalasan itu sendiri. Sangat mungkin bahwa hal-hal yang kita kaitkan dengan kemalasan sebenarnya tidak menunjukkan kemalasan sama sekali.

“Saya selalu memilih orang yang malas untuk melakukan pekerjaan berat, karena orang yang malas akan menemukan cara mudah untuk melakukannya,” kata Bill Gates.

Banyak pemikir kritis yang obsesif (misal, orang dengan "kebutuhan akan kognisi" yang tinggi) akan lebih fokus untuk mengurangi tindakan boros, dan lebih suka menggunakan proses yang efisien. 

Jadi mungkin mempekerjakan orang yang malas bukanlah ide terburuk. Mereka cenderung menjadi pemikir strategis yang dapat menemukan cara pintas yang cerdas, cara untuk menghilangkan masalah, menghemat waktu dan menyumbangkan ide-ide baru dan inovatif kepada perusahaan.

“Kemalasan saya berfungsi sebagai filter. Sesuatu harus benar-benar bagus sebelum aku memutuskan untuk mengerjakannya,” ujar Michael Lewis, penulis terlaris "Moneyball" dan "The Big Short.”

Persepsi Lewis tentang kemalasan adalah apa yang bisa disebut "kemalasan palsu.” Fakta bahwa kemalasannya berkontribusi pada keberhasilannya menghilangkan stereotip negatif sebagai orang yang malas.

Video game adalah contoh lain dari "kemalasan palsu.” Ini sering dilihat sebagai kegiatan tanpa pikiran yang dinikmati oleh kebanyakan orang malas. Mark Zuckerberg dan Larry Page di antara banyak orang yang sangat sukses yang suka bermain video game.

 

Rekomendasi

Terkait