real
        time web analytics

Info

Sering Browsing Saat Kerja, Apa Dampaknya


TOPCAREER.ID – Kamu termasuk orang yang suka browsing internet saat bekerja? Alasannya bisa jadi beragam. Mulai dari tuntutan update pekerjaan hingga alasan lainnya. Tapi tahukah kamu apa dampaknya membuka banyak tab browser saat bekerja?

Biasanya para profesional mengklaim membuka browser internet untuk membuka email dan beberapa website terkait tugas. Kendati demikian, tak sedikit orang membuka beberapa tab sekaligus meski tidak selalu berhubungan dengan pekerjaan, misalnya media sosial.

Menurut pakar buka salah satu efek banyak membuka tab browser ternyata bisa terjadi FOMO (Fear of Missing Out).

"Orang-orang takut ketinggalan informasi jadi mereka membuka banyak tab. Ini seperti 'aku akan ketinggalan sesuatu' jika aku menutup satu tab," ujar Dr Daria Kuss selaku pemimpin Cyberpsychology di Nottingham Trent University seperti dilansir Bustle.

"Membiarkan banyak tab terbuka berpotensi menghasilkan informasi terlalu berlimpah, yang bisa membuat susah otak manusia dan dari pada menciptakan efisiensi, sering bolak-balik beralih dari satu tugas ke tugas lain bisa menyebabkan rentang perhatian menjadi pendek dan kurangnya kedalaman pada tugas yang sedang dilakukan," kata Kuss.

Lebih lanjut ia berpendapat bahwa orang membuka terlalu banyak tab untuk dua alasan yang bertentangan, yakni agar efisien saat butuh informasi dari berbagai sumber atau sebuah bentuk penundaan untuk melihat artikel atau video di sela bekerja.

Selain FOMO, kebiasaan buka banyak tab bisa menandakan bagaimana otak kamu bekerja.

"Komputer atau handphone kita telah menjadi kepanjangan dari otak kita. Mereka telah menjadi tambahan dari memori atau sumber kreatif kita. Banyaknya tab adalah versi lain dari memori kita bekerja. Kita memperlakukan komputer kita seperti mereka punya kapasitas tidak terbatas, seperti otak kita," kata Marc Hekster, Consultant Clinical Psychologist di The Summit Clinic.

"Tapi ketika kita membuat kewalahan otak, kita menjadi lelah, mudah lupa, mudah kesal. Ketika kita terlalu banyak tab, halamannya melambat, dan komputer atau ponsel kita akan jadi kurang efisien. Ketika kita lupa untuk menutup tab, mereka akan menggunakan memori yang bekerja. Membiarkan tab terbuka, itu akan selalu di sana. Jadi kita melihatnya sebagai kerakusan emosi, merendahkan limitasi diri (dan komputer) kita sendiri," tambah Hekster.

Untuk itu, disarankan untuk hanya membuka yang diperlukan saja agar otak bisa bekerja maksimal. Karena sangat otak terlalu banyak terstimulasi, Anda bisa kelelahan mental yang menyebabkan perasaan tertekan dan justru membuat pekerjaan terhambat.

"Walaupun kemudahan mendapatkan informasi memfasilitasi pekerjaan kita, itu juga menyela kemampuan kita untuk fokus pada satu hal. Membuka tab bisa membuat gangguan tidak penting yang meningkatkan kecemasan dan tingkat stres, terutama ketika ada deadline di kantor," ujar terapis Lorena Ramos, MA, LCSW.

Rekomendasi

Terkait