real
        time web analytics

Info

Waduh, Pakai Mobile Payment Bikin Nagih Belanja


TOPCAREER.ID – Di zaman yang serba modern seperti ini, pembayaran atas transaksi pembelian bisa dilakukan dengan smartphone atau mobile wallets atau disebut juga mobile payments . Namun, sebuah studi mengatakan bahwa orang yang menggunakan mobile wallets melakukan pembelian 23 persen lebih banyak.

Dari studi tersebut juga menunjukkan bahwa orang yang memakai mobile wallets menghabiskan rata-rata 2,4 persen lebih banyak tiap transaksi. 

Para peneliti di University of Illinois di Urbana-Champaign mempelajari konsumen di China, di mana adopsi pembayaran mobile tersebar luas dan bisa menjadi penentu karena mobile wallets mendapatkan popularitas di Amerika Serikat menghabiskan lebih banyak per transaksi dan melakukan pembelian lebih sering.

“Beralih ke mobile, mengarah lebih banyak belanja secara keseluruhan, dan itu secara khusus memengaruhi belanja yang lebih hedonistik seperti makanan, hiburan, dan perjalanan. Tapi itu tidak mempengaruhi pembelian seperti pendidikan atau perawatan kesehatan. Jadi itu mengubah perilaku konsumen,” kata Yuqian Xu, seorang profesor administrasi bisnis dan salah satu penulis penelitian.

Tahun ini, 29 persen orang Amerika mengatakan bahwa dalam minggu biasa, mereka tidak melakukan pembelian dengan uang tunai, menurut survei dari Pew Research Center. Itu naik dari 24 persen pada tahun 2015. 

Pada tahun 2020, 90 persen pengguna smartphone di Amerika Serikat akan menggunakan beberapa bentuk pembayaran mobile, menurut laporan dari Zion Market Research.

Dengan rata-rata orang Amerika akan membelanjakan USD1.007,24 selama musim belanja liburan, ini merupakan pengingat bahwa kemudahan mengetuk smartphone atau menggesek kartu untuk membayar dapat dengan mudah membuat pembelanja lupa tentang berapa banyak yang sebenarnya mereka belanjakan.

Ini juga contoh lain tentang bagaimana teknologi dapat mendorong konsumen untuk mengeluarkan lebih banyak uang. 

 

Rekomendasi

Terkait