TopCareerID

Penyiar Radio Batu Loncatan Jadi Presenter TV

TOPCAREER.ID Yang hobinya ngobrol atau interaksi dengan orang lain, jadi presenter atau master of ceremony (MC) seolah jadi pilihan profesi yang cukup diminati. Salah satu batu loncatan dan sebagai latihan adalah menjadi penyiar radio. Profesi itu bisa mengantarkan kamu jadi seorang presenter TV.

Salah satu keuntungan yang bakal didapat kalau kamu jadi penyiar radio itu, sudah pasti terbiasa melakukan public speaking. Meski tidak berhadapan langsung dengan penonton atau pendengarnya, namun teknik public speaking yang dilakukan penyiar kurang lebih sama dengan presenter atau MC.

Penyiar radio Mustang, Karin Soerja menyampaikan terbiasa bekerja sebagai penyiar otomatis secara vokal dan teknik pun sudah seperti melakukan public speaking presenter TV. Sehigga kalaupun lanjut menjadi presenter hanya tinggal diasah pembawaan body language saja.

“Karena kalau penyiar radio dikasih point form aja udah bisa ngoceh, udah bisa ngomong, terbiasa. Itu (body language) lebih gampang ngelatihnya daripada bicaranya,” kata Karin Soerja kepada TopCareer.id.

Kemampuan penyiar radio juga dianggap lebih siap jika masuk stasiun TV sebagai presenter. Meski tidak tampak oleh pendengar, seorang penyiar radio seperti terbiasa dan sudah terlatih berbicara tanpa script.

Ngobrol yang tak berhadapan langsung dengan pendengarnya merupakan tantangan bagi penyiar radio. Sehingga perlu teknik agar penyiar mampu menampilkan cara bicara yang seolah punya attention lebih kepada pendengar, pendengar merasa diperhatikan, layaknya ngobrol empat mata.

“Jadi gimana caranya seperti mengobrol, kamu tuh menyampaikan informasi dapat feedback. Seperti kamu lagi ngobrol sama mereka, tone-nya harus enak, biar bisa dicerna dan harus jelas. Pokonya ngobrol dengan friendly, penyampaiannya enggak banyak bertele-tele, tapi akhirnya open aja,” jelas Karin.

Karena memang teknik dasar penyiar radio adalah melakukan komunikasi dengan pendengar, sehingga pada hakikatnya ya ngobrol dengan pendengar. Penyiar radio menggunakan gaya komunikasi interpersonal (antarpribadi) ketika melakukan siaran.

Berikut teknik dasar siaran radio.

young woman dj works in modern broadcast studio

Mengantarkan lagu
Teknik dasar siaran radio untuk mengantarkan lagu atau berbicara di antara satu lagu dengan lainnya. Tak jarang penyiar membacakan feedback yang disampaikan oleh pendengar melalui media sosial sesaat sebelum diputarkan lagu atau sesudah lagu.

Teknik suara senyum
Teknik dasar selanjutnya adalah teknik siaran suara senyum. Agar menampilkan kesan yang akrab dan friendly kepada pendengar, maka suara senyum ini penting bagi seorang penyiar. Apalagi melihat berbagai macam karakteristik pendengar dan kegiatan yang mereka lakukan.

Berbicara seolah pada satu pendengar
Teknik dasar lainnya yakni berbicara kepada satu orang pendengar. Seorang penyiar harus bisa membayangkan pendengar ada di depan meja siarannya, layaknya sahabat karib.*

Editor: Ade Irwansyah

Exit mobile version