TopCareerID

Punya Dua Pekerjaan atau Lebih Bersamaan? Why Not!

Topcareer.id Kalau kamu merasa nyaman dengan karier dan pekerjaanmu saat ini, coba pikir ulang. Apa kamu sudah mendapat penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sandang, pangan, dan papanmu? Bagaimana dengan menabung untuk kebutuhan darurat atau hari tua?

Bila penghasilan dari pekerjaan tetapmu saat ini belum memenuhi semua kebutuhan di atas, mungkin kamu perlu cari penghasilan tambahan. Punya dua pekerjaan atau lebih di saat bersamaan bisa jadi pilihan untuk kamu lakukan.

Kamu bisa jadi pengemudi ojek atau taksi online sebelum berangkat atau sepulang kerja. Pilihan lain, bekerja di akhir pekan. Bisa di restoran atau kafe, atau jadi baby sitter. Buat kamu yang hobi menulis, bisa mengirim artikel ke koran atau media online. Bisa juga dengan mengirim cerpen atau puisi. Pokoknya, apapun bisa dilakukan asal tidak mengganggu pekerjaan utamamu.

Dan punya dua pekerjaan atau lebih ternyata membawa keuntungan, sebagaimana dilansir laman moneyunder30.

Membawa keuntungan finansial
Ini jelas. Punya dua pekerjaan berarti juga punya dua gaji. Punya satu pekerjaan akan merepotkan bila setiap bulan kamu harus bayar kontrakan/kos/cicilan rumah, cicilan motor/mobil, ongkos transport, bayar tagihan listrik dan kebutuhan lain. Punya dua pekerjaan atau lebih akan meringankan semua beban finansial bulanan itu.

Punya cadangan pekerjaan
Beruntunglah mereka yang sudah menjalani dua pekerjaan atau lebih. Saat kehilangan satu pekerjaan, ada pekerjaan lain yang bisa menutupi kebutuhan finansial. Misal, ketika kamu kena PHK, kamu masih punya cadangan pendapatan dari tempat lain. Mungkin penghasilan pekerjaan keduamu tak sebesar dari pekerjaan utama, namun itu bisa jadi penyelamat sampai kamu menemukan pekerjaan baru yang lebih menghasilkan.

Makin banyak jejaring
Networking atau jejaring itu penting buat pengembangan karier. Punya dua kantor atau pekerjaan, berarti juga punya lebih banyak teman. Teman-teman ini, jejaring kamu, dapat membawamu pada langkah kesuksesan berikutnya. Bila kamu nyambi jadi kontributor penulis sebuah majalah bulanan intern milik BUMN atau perusahaan swasta, misalnya, kamu bisa kenal orang-orang di sana. Berjejaring dengan mereka. Siapa tahu kamu ditawari pekerjaan yang lebih menjanjikan di sana.*

Exit mobile version