TopCareerID

Bekraf Dorong Penguatan Komunitas Film Daerah

Topcareer.id – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) melalui Deputi Hubungan Antarlembaga dan Wilayah menyelenggarakan talkshow Pendampingan dan Penguatan Komunitas Film Daerah di Ruang Lokakarya 2 Benteng Vastenburg, Solo dalam acara Bekraf Festival 2019 pada Sabtu (5/10/2019).

Deputi Hubungan Antarlembaga dan Wilayah Bekraf Endah Wahyu Sulistianti menyampaikan film merupakan salah satu subsektor ekonomi kreatif yang mengalami peningkatan yang cukup pesat. Subsektor ini juga menjadi prioritas guna mendukung pengembangan subsektor lain. Geliat pengembangan ini dapat dilihat dari kemajuan film nasional seperi Dilan yang menembus angka 6.200 penonton dan dari sisi investasi asing, Wiro Sableng bekerja bersama dengan Fox.

Selain itu, dapat pula dilihat pada peningkatan jumlah produksi film dari 115 pada 2015 menjadi 172 film pada 2018. Jumlah penonton juga mengalami peningkatan dari 37,2 juta orang pada 2016 menjadi 46,6 juta orang pada 2018. Hingga Mei 2019, tercatat Indonesia memiliki lebih dari 300 bioskop dan 1.861 layar. Perkembangan ini menempatkan Indonesia ke urutan ke enam dunia pada perolehan pangsa pasar penonton film nasional.

Peningkatan budaya menonton film nasional tak lepas dari peran komunitas dan festival film. Komunitas membantu perkembangan mutu dan selera penonton film-film Indonesia dengan menyediakan ruang tayang film dan memproduksi film-film festival yang semakin berkualitas.

“Pentingnya komunitas film ini mendorong Bekraf melaksanakan penguatan kelembagaan melalui program Komunitas Film Bergerak (Konfig) Kreatif sejak 2018,” ungkap Endah saat membuka talkshow, Sabtu.

Pada 2018, Konfig diselenggarakan di Bandung Barat, Singkawang, Banda Aceh, Ambon, Pekanbaru, Jayapura, dan Mataram. Sedangkan pada 2019 digelar di Purbalingga, Sukabumi, Banyuwangi, Medan, Bojonegoro, Siak, dan Kupang.

Pemilihan lokasi berdasarkan potensi masing-masing daerah. “Penguatan kelembagaan melalui pendampingan komunitas ini tidak hanya meningkatkan kualitas SDM melalui materi perfilman tapi juga memudahkan jejaring di tingkat nasional maupun internasional untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif daerah.

Salah satu komunitas yang mendapat dukungan kuat dari pemerintah adalah Sukabumi Creative Hub. Perwakilan Komunitas Sukabumi Rendy Irlian Kamase mengatakan komunitas mampu berkolaborasi dengan pemda dan mendapat dana dari APBD.

“Di awal memang mendapat pertentangan dari pemda walaupun Wali Kota Sukabumi sangat mendukung komunitas. Namun seiring berjalan waktu, dengan menyampaikan ide dan gagasan secara jelas dan melaksanakan ide itu dengan baik dan maksimal. Sekarang dari Dinas Pariwisata yang mengajak bertemu untuk membahas pengalokasian anggran di tahun depan,” ujarnya.

Bekfest merupakan ajang bagi Bekraf untuk menyampaikan hasil capaian kinerja kepada masyarakat dalam menguatkan ekosistem ekraf nasional. Selain itu, acara ini juga sebagai apresiasi kepada pelaku ekraf yang turut berkontribusi dalam kemajuan ekraf Indonesia. Sebanyak 40 program unggulan dari enam kedeputian Bekraf dikemas dalam talkshow, pameran dan pasar kreatif di Benteng Vastenburg, Solo pada Jumat-Minggu (4-6/10/2019).

Exit mobile version