TopCareerID

Wajib Dimiliki, Ini Modal Awal Jadi Kurator Seni

Topcareer.id – Untuk memulai pekerjaan sebagai kurator, kecintaan akan seni itu sendiri memang harus besar. Tapi, tak cukup itu. Ada beberapa hal yang mungkin harus kamu miliki sebelum terjun menyelami pekerjaan sebagai kurator.

Seorang seniman, kurator yang juga Co-Founder & Director Ruang Rupa, Ade Darmawan menyebut jika ingin menjadi kurator mulailah dengan kecintaan akan praktik kesenian dan karya itu sendiri. Kesenangan akan melihat proses bagaimana benda seni itu terjadi sangat bisa memicu memulai profesi ini.

“Misalnya keris itu kan ada proses kreatif, kamu akan senang dan penasaran ‘Ini orang bisa bikin karya seperti ini.’ Kalau kamu punya keris, dan punya kecintaan sama art-nya sendiri, atau (kecintaan) dengan kerja itu, maka satu mulainya bisa di situ, harus punya kesenangan di situ, kenikmatan melihat itu,” kata Ade dalam acara Idea Fest 2019 di JCC, Sabtu (5/10/2019).

Karena, kata dia, proses kurasi seni itu sendiri adalah proses mengemas karya seni yang tadinya masih sendiri-sendiri, menjadi sebuah pameran yang bisa dinikmati oleh publik. Satu lagi syarat untuk memulai menjadi kurator, kata Ade, yakni paham akan sejarah seni.

Pengetahuan sejarah atau peradaban manusia itu bisa membuka jalan bagaimana nantinya pesan pameran itu akan disampaikan.

Hal tersebut pun disetujui oleh Danny Wicaksono sebagai Founder & Principal Architect Studio Dasar. Menurutnya, kurator harus tahu banyak mengenai apa yang sudah terjadi dalam dunia seni, termasuk arsitektur, bahkan mengembangkannya hingga ke ranah sosial, politik , dan startegi negara.

“Kenapa perlu art historian? Karena dalam art historian yang mereka lakukan adalah mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya. Bukan cuma mengenai seni, tapi juga mengenai perkembangan umat manusia selama berapa ratus tahun terakhir. Modal yang pertama untuk jadi kurator itu.”

Masukan lainnya dari Alia Swastika, kurator yang berbasis di Yogyakarta, mengatakan mengetahui bagaimana seniman bekerja salah satu hal yang cukup penting jika ingin terjun sebagai kurator. Kalau misal seni rupa, ya kunjungi studio-studio seni, melihat bagaimana mereka bekerja.

Alia bertutur, dari proses itu juga hingga ia memantapkan hati memilih kurator sebagai profesi yang akan ia tekuni. Dimulai dari kunjungan-kunjungannya ke studio salah seorang seniman, S. Teddy Darmawan. Alia menggambarkan, studio yang berantakan namun ramah akan ragam pertemuan kawan-kawan.

“Menurut saya proses yang sangat menarik, bagaimana dia melukis, menulis juga, bagaimana membangun narasi atas karya-karyanya. Kalau saya jadi kurator proses-proses ini yang ingin saya hidupkan,” tutur Alia.

“Datang ke studio seni adalah hal yang paling menyenangkan. Meliaht corenya, bagaimana melihat seni dan bagaimana narasi diproduksi.” *

Editor: Ade Irwansyah

Exit mobile version