TopCareerID

Masih Kerja Setelah di Rumah Bawa Pengaruh Buruk

Topcareer.id – Penelitian oleh para profesor dari University of South Australia menemukan bahwa melanjutkan pekerjaan setelah jam kerja memiliki efek buruk pada produktivitas dan pemulihan.

Studi dua tahun terhadap 230 karyawan layanan kesehatan di Belanda menunjukkan bahwa terlibat dalam kegiatan yang berhubungan dengan pekerjaan di luar jam kerja reguler membuat mereka tidak memiliki cukup waktu untuk mengisi kembali energi melalui waktu luang atau tidur.

Kegiatan-kegiatan ini termasuk mengirim email, berkirim pesan, serta kegiatan media sosial yang terhubung dengan pekerjaan.

Profesor Maureen Dollard, Direktur Pusat Asia Pasifik untuk Pekerjaan, Kesehatan, dan Keselamatan Kerja di Australia Selatan mengatakan teknologi modern memaksa karyawan tetap berpikir soal pekerjaan selama waktu senggang. Hal ini juga menghapus batasan antara pekerjaan dan waktu di rumah.

“Perlu ada dialog yang meyakinkan antara manajer dan pekerja untuk mengatakan bagaimana teknologi semacam ini memengaruhi kesejahteraan mereka, serta memengaruhi tingkat kelelahan dan kualitas tidur mereka,” kata Profesor Dollard seperti dikutip dari laman The Lead.

Penelitian ini juga menemukan bahwa kegiatan ringan seperti membaca, mendengarkan musik dan menonton televisi membantu melepaskan individu dari pekerjaan dan mengisi kembali sumber daya pribadi. Sementara kegiatan rumah tangga seperti memasak dan merawat anak-anak secara positif akan mempengaruhi kualitas tidur.

“Seluruh premisnya adalah bahwa kesehatan, kesejahteraan psikologis, dan fisik para karyawan adalah yang terpenting,” kata Profesor Dollard.

Profesor Dollard mendorong pengusaha dan karyawan untuk mengambil pelajaran dari temuan ini. Mungkin ada hal-hal prosedural yang dapat dilakukan perusahaan, seperti ketika bos memberikan contoh yang baik dengan tidak mengirim email di luar jam kerja, dan menetapkan beberapa parameter yang jelas tentang hal itu.

Editor: Feby Ferdian

Exit mobile version