Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Follow @topcareerid Instagram

SKILLS.ID

Saturday, November 23, 2019
redaksi@topcareer.id
Tips Karier

Cara Menghilangkan Kebiasaan Bergosip di Tempat Kerja

Topcareer.id – Perempuan dipercaya lebih banyak bicara daripada pria. Alasannya sederhana, perempuan memiliki waktu lebih banyak melakukan aktivitas verbal. Salah satunya, bergosip. Dan kantor tak steril dari gosip.

Bergosip seringkali diawali dengan obrolan biasa yang akhirnya merambat kemana-mana. Rasa penasaran yang semakin berkembang membuat waktu bergosip semakin dinantikan. Namun sadarkah kamu, bergosip dapat menyebabkan timbulnya hal-hal negatif, seperti menyakiti perasaan orang yang digosipkan.

Bergosip bisa dilakukan di mana saja. Bisa di sela makan siang, di sudut ruang kantor sambil memfoto kopi dokumen, hingga ke ruang maya di group percakapan WhatsApp. Yang digosipkan bisa siapa saja. Bisa atasan atau sesama rekan kerja.

Baca juga: 4 Cara Elegan Hadapi Gosip di Kantor

Nah, sebelum ada yang tersakiti, segera tengok trik-trik di bawah ini untuk menghilangkan kebiasaan bergosip.

1.Jauhi sumber gosip
Tak ingin dianggap “bigos” alias biang gosip? Jauhi orang-orang yang sudah diklaim sebagai “bigos” sejati. Mereka biasanya tak pernah kehabisan stok gosip yang siap diedarkan. Benar atau tidak, entahlah. Namun yang penting, sanggup memancing rasa penasaran.

Segera hindari para sumber gosip jika tak ingin kebiasaannya menular padamu. Begitu pula jika kamu ingin menghentikan kebiasaan ini. Alihkan perhatianmu pada hal-hal lain yang seringkali abaikan akibat terlalu asyik bergosip.

2.Katakan “Tidak!” pada gosip
Tegaslah pada dirimu. Jika tak ingin dicap sebagai penggosip, maka beranikan diri untuk menolak tawaran bergosip. Lebih baik lagi jika meminta partner-partner gosip kamu untuk berhenti menggunjingkan orang lain. Awalnya memang sulit, tapi jika kamu sanggup menunjukkan jeleknya bergosip, “geng gosip” pun akan segera bubar.

3. Waspadai tanda-tandanya
Saat asyik mengobrol dengan sahabat, segera berhati-hati saat obrolannya menyerempet ke arah gosip. Biasanya, obrolan berbau gosip ditandai dengan perubahan nada dan volume suara yang semakin mengecil. Jika aroma gosip mulai terendus, siapkan 1001 alasan untuk segera pamit dari tempat itu!

4. Batasi waktu mengobrol
Gosip biasanya beredar melalui obrolan di group percakapan atau chatting di internet. Agar terhindar dari kebiasaan bergosip, jangan habiskan waktu mengobrol terlalu lama. Sampaikan langsung apa inti obrolan Anda. Jika lawan bicara mulai bergosip, segera undur diri dari obrolan itu. Mendengarkan orang lain bergosip justru akan semakin memperpanjang cerita.

5. Stop menguping
Gosip biasanya muncul dari kebiasaan menguping pembicaraan orang lain. Obrolan yang didengar hanya separuhnya seringkali menimbulkan spekulasi yang tak beralasan.

6.Bayangkan perasaan si korban gosip
Selalu ingat pepatah “perlakukan orang lain sebagaimana kamu ingin diperlakukan.” Untuk masalah gosip, maka negasi dari pepatah ini yaitu “jangan bergosip jika kamu tak ingin digosipkan.”

Bayangkan apa yang dirasakan si korban gosip jika dirinya tahu selama ini selalu menjadi sasaran gosip. Teman-teman yang baik seketika berubah menjadi iblis penggosip di belakangnya. Kamu tentu tak mau merasakannya bukan? * diolah dari berbagai sumber

ade.irwansyah@gmail.com'
the authorAde Irwansyah

Leave a Reply