Topcareer.id – Banyak perusahaan kini diisi oleh karyawan millenial. Diperlukan strategi manajemen yang berbeda untuk menangani para millenial ini. Sifat mereka yang suka berpindah-pindah dan mencari tantangan baru perlu diperhatikan agar perusahaan mendapat loyalitas dari mereka.
Keterampilan tentang bagaimana memimpin tim yang berisikan kaum millenial sering diabaikan oleh perusahaan. Ini membuat banyak perusahaan frustasi menghadapi situasi ini.
Dilansir dari inc.com, Jumat (29/11/2019), Jika kamu mendapat tugas untuk memimpin karyawan millenial, berikut tips ampuhnya.
Buat koneksi nyata
Manajer harus bisa membina hubungan yang kuat dengan karyawan. Karyawan millenial yang memiliki tingkat keterlibatan lebih banyak dengan atasannya akan lebih produktif daripada yang tidak.
Adakan pertemuan rutin. Berikan umpan balik yang konstan. Berinteraksilah sesering mungkin, dan ciptakan peluang bagi karyawan untuk berinteraksi baik dalam proyek maupun tim lintas departemen. Koneksi nyata penting karena banyak milenial melihat tempat kerja tidak hanya sebagai tempat bekerja tetapi juga sebagai platform untuk kegiatan sosial.
Berikan jalan untuk berkembang
Millennial mengharapkan pengalaman yang disesuaikan, yang berarti mereka ingin merasakan jalur karier yang telah dibuat khusus untuk mereka.
Beri mereka perhatian secara individu. Temukan cara untuk membantu mereka tumbuh di bagian yang mereka minati. Jika millennial merasa mereka tidak membuat kemajuan dalam pengembangan pribadi mereka, mereka akan pergi dan mencari peluang lain.
Buat tujuan yang nyata.
Millennial paling bahagia jika terlibat di tempat kerja dan mereka merasa telah membuat perbedaan. Fokuslah pada efisiensi dan efektivitas, tetapi juga pada membuat pekerjaan lebih bermakna.
Biarkan karyawan bekerja sesuai kekuatan mereka.
Jadikan dirimu sebagai pelatih.
Millenial bekerja paling baik dalam kelompok, bukan dalam hierarki. Mereka jelas lebih suka dibimbing daripada diawasi secara langsung.
Cara mudah untuk menjadi pelatih adalah fokus pada pemberdayaan. Jelaskan tujuan, berikan beberapa struktur dasar, kemudian berikan karyawan kebebasan untuk mencari solusi.
Editor: Feby Ferdian