TopCareerID

Kesalahan Terbesar Anak Muda Jika Bicara Dana Hari Tua

Trik menabung uang gajimu dengan memisahkan ke rekening bank berbeda.

Sumber foto: Save Wallets

Topcareer.id – Ketika kamu masih muda dan hanya berpikir bagaimana menghabiskan uang untuk hal-hal yang diinginkan, bicara soal dana pensiun akan terasa terlalu dini.

“Nanti-nanti aja.” Kalimat yang sering terlintas ini sebenarnya bisa menjadi boomerang di masa depan jika tak pikirkan dana hari tua.

Farnoosh Torabi, penulis keuangan pribadi dan penyiar podcast “So Money” mengatakan bahwa kesalahan terbesar kaum muda ketika menabung dana pensiun adalah pada pola pikir. Di mana mereka menyatakan belum mampu menabung untuk masa depan.

“Ini adalah mentalitas, ‘Saya tidak cukup menabung (dana hari tua). Saya akan berinvestasi ketika saya menghasilkan lebih banyak uang,’ atau ‘Saya tidak bisa menabung untuk pensiun sekarang, saya punya pinjaman mahasiswa,’” kata Torabi seperti dikutip dari CNBC Make It.

Padahal, berinvestasi saat muda bukan hanya tentang jumlah yang dapat kamu tabung. Ini juga tentang mengembangkan rutinitas yang melekat. Menurut Torabi, ini adalah tahap ketika kamu mulai terbiasa berinvestasi dan benar-benar melenturkan otot investasi itu.

Baca juga: Menganggur dan Butuh Uang? Cairkan JHT Kamu

Alhasil, saat mulai memiliki pendapatan lebih banyak, kamu dapat menabung lebih banyak dan secara bertahap meningkatkan jumlah yang disisihkan. Para ahli lain setuju bahwa kesalahan bagi kaum muda adalah menunda persiapan untuk pensiun.

“Kunci kebebasan finansialmu di masa depan adalah berinvestasi ketika kamu masih muda,” kata pakar keuangan pribadi, Suze Orman.

“Saya lebih suka melihatmu menginvestasikan sejumlah uang tertentu ketika kamu masih muda, jumlah uang yang lebih sedikit, daripada menunggu dan harus berinvestasi lima atau enam kali (lebih banyak) ketika kamu lebih tua,” jelas dia.

Baca juga: Berapa Usia Pensiun yang Ideal?

Seperti yang ditunjukkan Orman, kunci untuk memulai dana pensiun lebih awal bukanlah seberapa banyak uang yang dapat kamu tabungkan, tapi berapa banyak waktu yang dapat kamu berikan untuk menumbuhkan akun.

Jika saran untuk menyisihkan 10-15 persen dari penghasilan tampak menakutkan, mulailah dengan jumlah yang kamu rasa nyaman.

“Bagaimana jika 2 persen? Bagaimana jika kamu menghasilkan USD 50 seminggu? Bisakah kamu melakukan sesuatu?” Kata Torabi.

Editor: Feby Ferdian

Exit mobile version