Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Tuesday, August 4, 2020
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

NASA Bakal Buka Stasiun Ruang Angkasa untuk Wisata, Berapa Biayanya?

International Space Station, Stasiun Ruang Angkasa Internasional. (dok. Techland)

Topcareer.id – The National Aeronautics and Space Administration (NASA) bakal membuka stasiun ruang angkasa untuk pariwisata. Wow! NASA berencana membuka International Space Station (ISS) untuk “misi astronot pibadi” hingga 30 hari dengan misi pertama pada 2020.

Dalam laman CNBC disebutkan,  ketika Boeing dan SpaceX mengembangkan kapsul untuk membawa manusia ke ISS, badan tersebut mengatakan selama musim panas bahwa kedua perusahaan akan menangani wisatawan swasta dan layanan apapun yang terkait dengannya.

NASA akan memulai dengan dua penerbangan astronot pribadi per tahun, dengan setiap perjalanan berlangsung maksimum masing-masing 30 hari.

Setiap perjalanan kemungkinan akan menelan biaya lebih dari USD50 juta. NASA lantas mendapatkan USD35.000 atau setara Rp490 juta untuk setiap malam yang dihabiskan seorang astronot pribadi di Stasiun Luar Angkasa Internasional.

Baca juga: Ini Prestasi Mengesankan Elon Musk Buat Inspirasi Kamu

Tujuan komersialisasi

Perusahaan juga akan diizinkan mengajukan penawaran untuk kegiatan baru di ISS, karena NASA meluncurkan arahan baru untuk memungkinkan manufaktur dan produksi komersial.

“Dan memungkinkan NASA serta astronot pribadi untuk melakukan kegiatan komersial baru di atas laboratorium yang mengorbit,” kata badan itu dalam sebuah jumpa pers.

Komersialisasi ISS telah lama dianggap sebagai cara untuk mengurangi biaya tahunan NASA dalam mengoperasikan stasiun. Selain itu, ISS telah disebut-sebut sebagai batu loncatan untuk membangun ekosistem bisnis di orbit di sekitar Bumi sehingga perusahaan dapat memproduksi, bereksperimen, beriklan, dan bahkan menjadi tuan rumah wisatawan.

Baca juga: Manfaat Artificial Intelligence (AI) untuk Kehidupan Manusia

Tak lama setelah pengangkatannya sebagai administrator NASA, Jim Bridenstine bertemu dengan perusahaan swasta tentang mengelola stasiun ruang angkasa.

Meskipun NASA telah meningkatkan ketergantungannya pada perusahaan ruang angkasa swasta, tidak ada perusahaan yang bekerja di habitat ruang orbit Bumi yang menyatakan minatnya untuk mengambil alih ISS.

Boeing telah menjadi kontraktor utama NASA di ISS sejak raksasa kedirgantaraan itu dipilih pada tahun 1993 untuk mengembangkan dan membangun laboratorium terapung.

The Washington Post melaporkan tahun lalu bahwa sekitar sepertiga dari anggaran tahunan NASA lebih dari USD3 miliar untuk biaya operasional ISS. *

Editor: Ade Irwansyah

Leave a Reply