Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sunday, September 20, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

Kemenhub Gandeng Swasta untuk Kembangkan Bandara Komodo

Bandara Komodo, Labuan Bajo, NTT. Foto: Dok BKIP Kemenhub

Topcareer.id – Pemerintah menggandeng swasta dalam pengembangan Bandara Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Pengembangan bandara dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan bagi para pengguna jasa angkutan udara.

Pada Desember 2019 lalu, Kemenhub telah mengumumkan Konsorsium CAS sebagai pemenang lelang Proyek Pengembangan Bandara Komodo di Labuan Bajo, NTT dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

“Pak Presiden menginstruksikan saya untuk membuat iklim kompetisi antara swasta dengan BUMN. Kita harapkan Konsorsium Cardig dan Changi bisa perform sama baiknya atau lebih baik dari BUMN. Kami ingin ini dikelola secara profesional,” jelas Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi dalam keterangan resminya, Senin (20/1/2020)

Menhub mengungkapkan, penandatanganan MoU pengembangan Bandara Komodo dengan konsorsium pemenang lelang akan dilaksanakan pada tanggal 7 Februari 2020. Menhub mengatakan, akan segera melaporkannya kepada Presiden RI Joko Widodo.

Bandara Komodo akan menjadi pintu gerbang Labuan Bajo yang menjadi salah satu daerah dari lima destinasi wisata super prioritas atau Lima Bali Baru yang tengah disiapkan pemerintah.

Pengembangan bandara antara lain terkait panjang runway Bandara Komodo 2.250 meter akan diperpanjang menjadi 2.750 meter. Perluasan apron seluas 20.200 meter persegi, perluasan terminal domestik seluas 6.500 meter persegi, pembangunan terminal internasional seluas 5.538 meter persegi, pembangunan terminal kargo seluas 2.860 meter persegi, serta pembangunan beberapa fasilitas pendukung lainnya.

Konsorsium CAS beranggotakan PT. Cardig Aero Service (CAS), Changi Airports International Pte Ltd. (CAI) dan Changi Airports MENA Pte Ltd akan mengelola Bandara Komodo dengan target dapat meningkatkan jumlah penumpang pertahunnya sampai dengan 4 juta penumpang pertahun dan kargo sebesar 3.500 ton pada tahun 2044 sehingga semakin meningkatkan konektivitas nasional maupun internasional.

Kerjasama KPBU mencakup merancang, membangun, dan membiayai pembangunan fasilitas sisi darat, udara, dan pendukung; mengoperasikan Bandar Udara Komodo – Labuan Bajo selama masa kerja sama selama dua puluh lima tahun; dan memelihara seluruh infrastruktur dan fasilitas Bandar Udara Komodo – Labuan Bajo selama masa kerja sama. Pada saat masa kerja sama berakhir, Badan Usaha wajib Menyerahkan seluruh infrastruktur dan fasilitas Bandar Udara Komodo – Labuan Bajo kepada Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK) dalam hal ini Dirjen Perhubungan Udara.

Nilai investasi untuk pengelolaan Bandar Udara Komodo – Labuan Bajo sebesar Rp . 1,2 triliyun. Dan estimasi total nilai biaya operasional selama 25 tahun mencapai Rp. 5.7 trilyun.

Selanjutnya, Pengelola Bandar Udara Komodo memiliki kewajiban untuk membayar Konsesi dimuka sebesar Rp. 5 Milyar dan Konsesi Tahunan dari Pendapatan Bandar Udara Komodo – Labuan Bajo sebesar 2,5 % dengan pembayaran bertahap 2 (dua) kali setiap tahun yang kemudian akan meningkat per tahun dengan kenaikan 5 % dari biaya konsesi tahun sebelumnya, serta Clawback sebesar 50%.

the authorRetno Wulandari

Leave a Reply