Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Saturday, October 24, 2020
redaksi@topcareer.id
Tips Karier

Ini Cara Membangun Kepercayaan Anggota Tim pada Manajer

Topcareer.id – Menjadi manajer baru yang berasal dari promosi, perlu banyak belajar bagaimana mengelola tim. Kesalahan yang sering dilakukan terkait kepemimpinan, yakni pengelolaan tim yang tidak baik. Seperti tak memprioritaskan kepercayaan tim sendiri.

Ketika kamu menggunakan gelar bos untuk mendapatkan apa yang diinginkan, berarti kamu dalam kesalahpahaman bahwa otoritas cukup berpengaruh untuk menyelesaikan sesuatu. Sebenarnya, kamu membutuhkan dukungan dari orang-orang di belakang dan di atas untuk menjadi pemimpin yang efektif.

Randy Conley, Wakil Presiden Pelayanan Klien dan Praktik Kepercayaan Pemimpin untuk The Ken Blanchard Cos, mengatakan kesalahan terbesar yang dilakukan manajer baru, yakni tidak menghabiskan cukup waktu untuk mengenal anggota tim mereka dan mendapatkan kepercayaan mereka.

Baca juga: Tim yang Kamu Pimpin di Kantor Beracun? Begini Cara Atasinya

“Sebagian besar manajer baru menganggap mereka sudah memiliki kepercayaan tim berdasarkan posisi dan gelar mereka. ‘Aku bosnya, jadi, karena itu, kau harus percaya padaku’ adalah pemikiran mereka,” kata Conley dalam laman Huff Post.

Solusi

Conley menyarankan agar meluangkan waktu untuk mengenal tim sendiri. Membangun hubungan, mendengarkan, dan menunjukkan kepedulian yang tulus merupakan fondasi bagi hubungan kepercayaan tinggi.

“Ada kebenaran dalam pepatah lama, ‘Orang tidak peduli seberapa banyak yang kamu tahu sampai mereka tahu seberapa besar kamu peduli,'” kata Conley.

Baca juga: Ingin Mendapat Feedback Optimal dari Atasan? Begini Caranya

Menurut Lara Hogan, penulis “Resilient Management” dan mantan wakil presiden bidang teknik di Kickstarter, jika ingin membangun pengaruh di tempat kerja, cari tahu apa yang dipedulikan rekan kerja dengan mengajukan banyak pertanyaan kepada mereka, sehingga kamu dapat menerjemahkan permintaanmu ke dalam bahasa yang mereka pahami.

“Misalnya, jika seseorang benar-benar peduli mengenai metrik bisnis tertentu, Anda harus mengajukan banyak pertanyaan dan banyak mendengarkan untuk mencari tahu apa yang penting bagi mereka. Kemudian bingkai ulang hal yang ingin kamu lakukan menggunakan bahasa itu,” kata Hogan. *

Editor: Ade Irwansyah

Leave a Reply