TopCareerID

UU Unik di Luar Negeri: Hak Menikahi Orang Mati hingga Larangan Lupa Ultah Istri

Ilustrasi: birthdayinspire.com

Topcareer.id – Salah satu bagian terbaik tentang traveling ke luar negeri adalah menemukan hal-hal yang berbeda dengan yang sering kamu lihat di negaramu sendiri.

Bagaimana dengan hukum yang tidak biasa? Ada beberapa negara dengan undang-undang yang unik di tempat mereka.

Mengutip rocketlawyer.com, Jumat (07/02/2020), mungkin ada hukum yang mungkin belum pernah kamu dengar. Berikut beberapa yang paling aneh yang bisa kami temui.

Thailand
Ilegal untuk menginjak baht Thailand. Hukuman untuk pelanggaran ini bisa berupa apa saja, mulai dari pemukulan yang parah hingga hukuman penjara yang serius. Jika kamu memilih mengunjungi Thailand, pastikan untuk memperhatikan langkahmu di sana.

Perancis
Sah untuk menikahi orang mati. Disebut juga pernikahan anumerta. Berasal pada 1950-an ketika sebuah bendungan hancur dan membunuh 400 orang di Fréjus, Prancis, termasuk seorang pria bernama André Capra, yang bertunangan dengan Iréne Jodart.

Jodart melobi Presiden Prancis Charles De Gaulle untuk membiarkan dia melanjutkan rencana pernikahannya meskipun tunangannya telah meninggal. Berkat dukungan media, keinginannya dikabulkan.

Sekarang, siapa pun di Perancis yang ingin mengajukan perkawinan anumerta diperkenankan mengirimkan permintaan kepada Presiden Prancis, diteruskan ke Menteri Kehakiman, dan kemudian meneruskan ke jaksa penuntut untuk distrik anggota yang masih hidup.

Samoa
Melupakan ulang tahun istri adalah ilegal. Tidak ada yag dapat melacak konteks historis hukum yang satu ini, tetapi percayalah bahwa itu nyata. Semua pria pribumi di sana harus benar-benar mempersiapkan diri untuk tidak pernah melupakan ulang tahun istrinya atau mereka akan dipenjara.

Inggris
Semua laki-laki di atas usia 14 harus dilatih menembak panah. Hukum peninggalan abad pertengahan ini mengharuskan semua pria berkebangsaan asli Inggris untuk siap bertempur dengan menggunakan salah satu senjata paling keren di negeri tersebut sepanjang masa.

Singapura
Ilegal untuk menjual permen karet non-medis atau mengunyah permen karet normal. Siapa pun yang mengunjungi negara kota yang makmur ini untuk pertama kali dan ketahuan mengunyah permen karet tanpa izin, akan menghadapi denda 1000 SGD. Pelanggaran kedua kali akan menelan biaya 2000 SGD dan satu hari penuh untuk membersihkan area umum kota.

Bahkan, apoteker yang menjual permen karet medis dan lupa ID-nya bisa mendapatkan dua tahun penjara.

Sebelum kamu menilai pemerintah Singapura terlalu keras, kamu harus mempertimbangkan bahwa mereka mungkin hanya berusaha melindungi warganya dari Gangguan Sendi Temporomandibular, kerusakan gigi, dan masalah pencernaan yang merupakan efek samping dari terlalu banyak mengunyah.

Exit mobile version