Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Senin, Agustus 15, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

Bikin Haru, Perawat ini Tak Bisa Peluk Anaknya karena Virus Korona

Seorang perawat pasien korona di China tak bisa memeluk anaknya.

Topcareer.id – Wabah virus korona terus menjadi perhatian dunia. Otoritas kesehatan China, pada Minggu malam merilis jumlah kasus korona telah menembus angka 40 ribu lebih. Sedangkan jumlah korban meninggal mencapai 908 jiwa.

Jumlah kematian akibat virus korona di China itu bahkan melampaui jumlah korban dari epidemi SARS tahun 2002-3, menurut data resmi.

Jumlah penderita virus korona yang amat besar memaksa para petugas medis bekerja lebih extra. Akibatnya para dokter, perawat serta petugas medis lainnya memilih meninggalkan keluarga demi merawat para korban.

Baca Juga: Angka Kematian Virus Korona Lampaui SARS

Tak terkecuali perawat bernama Liu Haiyan. Liu ditugaskan berkerja di unit penyakit menular di rumah sakit Kota Fugou, Provinsi Henan.

Mengutip dari World of Buzz, Liu Haiyan sudah bertugas selama 10 hari di sana. Tuntutan pekerjaan memaksa Liu Haiyan menahan kerinduannya terhadap keluarga.

Namun pada 31 Januari 2020, ia dipersatukan kembali dengan keluarga. Sayangnya momen bahagia itu masih berjarak, karena Liu tidak bisa memeluk putrinya untuk mencegah penyebaran virus korona.

Tak hanya Liu, sang anak juga sangat merindukan ibunya. Suami Liu bernama Cheng mengatakan sang anak selalu memikirkan ibunya sejak ditugaskan menangani pasien virus korona.

Baca juga: Status Penyebaran Virus Korona di Singapura Naik, Kemenlu Imbau Warga RI

Perawat dan putrinya itu tak bisa saling mendekat. Mereka hanya bisa berdiri dengan jarak beberapa meter untuk mencegah penyebaran virus korona. Momen pertemuan keduanya pun diabadikan dalam sebuah video dan tersebar luas di media sosial.

Pada video tersebut memperlihatkan sang anak yang berusia 9 tahun mengunjungi Liu untuk memberikan sekotak makanan. Sambil menangis, ia menyapa ibunya dari jauh dan merentangkan tangan sebagai simbol ‘pelukan jauh’.

“Ibu, aku benar-benar merindukanmu,” teriak putri Liu.

“Ibu juga merindukanmu, biarkan aku memelukmu. Jadi anak yang baik, ibu sedang berjuang melawan monster, ibu akan kembali jika sudah berhasil mengalahkannya,” balas Liu Haiyan yang hanya mampu memberikan pelukan dari jarak jauh tanpa bisa menyentuhnya.

Baca juga: Dokter China yang Pertama Kali Peringatkan Virus Korona, Meninggal Dunia

Sang anak yang semula ingin mengantar makanan untuk sang ibu, tak bisa memberikan bekal itu secara langsung, ia hanya dapat meletakkannya di tanah. Setelah mengambil bekal itu Liu kembali masuk ke dalam gedung. Liu berjalan mundur memasuki gedung sambil melambaikan tangan. Spontan video ini membuat ribuan hati mata menangis karena terharu.

the authorRetno Wulandari

Tinggalkan Balasan