TopCareerID

Satu Cara Ampuh yang Bisa Dilakukan Kantor Agar Ramah Lingkungan

Ilustrasi karyawan kerja ke kantor.

Dok. Parade

Topcareer.id – Bagaimanapun juga, setiap orang akan sadar betapa pentingnya menjaga lingkungan agar alam “tidak marah.” Bisnis di setiap sektor pun mulai mengambil langkah-langkah agar lebih ramah lingkungan.

Bukan hanya perusahaan besar saja yang bisa menjadi ramah lingkungan.  Pada kenyataannya, semua bisnis dapat melakukannya hanya dengan menerapkan satu perubahan kecil, seperti meningkatkan program kerja jarak jauh.

Selama dua tahun terakhir, semakin jelas bahwa program ruang kerja yang fleksibel dapat bermanfaat bagi lingkungan dengan mengurangi emisi gas rumah kaca dan menurunkan konsumsi energi.

Dalam The Ladders, CEO dan salah satu pendiri Upflex (platform membantu bisnis berkelanjutan), Christophe Garnier mengatakan bahwa mengurangi jumlah karyawan yang commute (bolak-balik kantor) dan menghilangkan miliaran ton gas rumah kaca.

Menurutnya, Amerika Serikat sendiri menghasilkan sekitar 5 miliar gas rumah kaca setiap tahun. Beberapa di antaranya terjadi selama karyawan melakukan perjalanan harian pulang pergi ke kantor.

Baca juga: Ibu Kota Baru Ramah Lingkungan dan Terbuka Bagi Orang Kaya Dan Miskin

Sebagai gambaran, satu orang yang bermalas-malasan menggunakan mobil bisa menghasilkan sekitar tiga miliar galon gas, yang setara dengan 26 juta ton gas rumah kaca tambahan yang dipancarkan ke atmosfer.

“Gambaran besar,  jika semua karyawan di Amerika Serikat memiliki pekerjaan yang kompatibel dengan jarak jauh (sekitar 50% dari tenaga kerja) dan ingin bekerja dari jarak jauh (sekitar 79% dari tenaga kerja), gas rumah kaca dapat dikurangi hingga 54 juta ton. Jika mereka bekerja dari jarak jauh 100% dari waktu, gas rumah kaca dapat dikurangi 108 juta ton,” kata Garnier.

Dalam skala yang lebih kecil, hal ini pun akan tetap membantu. Menawarkan opsi remote working beberapa kali seminggu akan mengurangi emisi di tingkat nasional. Hanya pengurangan 10% dalam jam kerja kantor menghasilkan penurunan 15% jejak karbon seseorang.

Pekerjaan sistem 9-5 bukan lagi norma bagi sebagian besar karyawan, dan tenaga kerja saat ini terdiri dari kombinasi pekerja jarak jauh, komuter, dan pelancong eksekutif. Diperkirakan meja hanya ditempati 50% hingga 60% dari waktu ke waktu.

“Jenis inefisiensi ini diterjemahkan sebagai energi yang terbuang untuk penerangan, pemanas, dan pendingin udara, di samping bahan-bahan kantor lainnya, seperti menjalankan komputer, printer, dan mesin fotokopi. Jadi mengapa perusahaan terus menyewakan kantor besar untuk karyawan yang bahkan tidak ada di sana?”

Exit mobile version