TopCareerID

Perusahaan dengan Budaya yang Buruk, Tak Layak Dipertahankan. Pergilah!

Ilustrasi. Sumber foto: aspennassociatesgroup.com

Ilustrasi. Sumber foto: aspennassociatesgroup.com

Topcareer.id – Budaya perusahaan yang kuat sangat penting. Dan budaya terbaik perusahaan adalah yang bisa meningkatkan keterlibatan karyawan, serta mengarah pada loyalitas yang lebih baik juga tingkat produktivitas yang lebih tinggi.

Jika kamu bekerja di suatu perusahaan, ingatlah bahwa corporate culture bisa menjadi kekuatan terbesar atau kelemahan yang paling berbahaya perusahaan.

Dikutip dari Builtin.com, Jumat (28/02/2020) agar lingkungan kerjamu tetap positif dan berkembang, waspadalah terhadap budaya perusahaan seperti berikut ini.

Baca juga: 3 Tipe Orang yang Harus Dibuang Dari Kantor

Para manajer tidak mengikuti nilai inti perusahaan
Karyawan pasti mencari arahan dari manajer. Jika manajemen senior dan menengah tidak mematuhi nilai-nilai inti yang perusahaan tetapkan, karyawan akan mengikutinya. Lebih buruk lagi, otoritas akan didiskreditkan, dan hubungan antara kepemimpinan beserta stafnya menjadi tidak jelas.

Terlalu banyak gosip di seluruh penjuru kantor
Ini budaya perusahaan yang buruk. Gosip yang tidak sehat dan menyebar ke seluruh kantor bisa membuat karyawan saling berhadapan dan menciptakan budaya ketidakpercayaan.

Turn over tinggi
Budaya yang buruk perusahaan tidak hanya akan membuat karyawan merasa tidak nyaman dan memutuskan untuk pergi ke perusahaan yang lebih baik, tetapi juga akan menghalangi pencari kerja yang datang. Dengan catatan turn over tinggi, calon karyawan baru mungkin akan berpikir seribu kali sebelum bergabung.   

Baca juga: Pergi-Pulang Kantor Bersepeda Kurangi Risiko Kematian Dini

Terlalu banyak persaingan antar karyawan yang dipublikasikan
Persaingan sehat baik untuk bisnis. Ini memotivasi karyawan dan mendorong kinerja seorang bintang, yang dapat membantu menumbuhkan perusahaan. Namun, memiliki persaingan yang terlalu banyak dan terlalu sering mengumumkan perbandingan antar karyawan justru bisa menumbuhkan permusuhan di antara karyawan.

Banyak karyawan sering absen atau terlambat
Tingkat keterlambatan dan ketidakhadiran yang tinggi merupakan tanda yang jelas dari budaya perusahaan yang buruk. Keterlambatan karyawan memberi tahumu bahwa perusahaan diisi oleh orang malas. Demikian pula, jika karyawan sering berada di luar kantor atau tidak hadir, bisa berarti mereka tidak menyukai kantor tersebut. Kecuali kantor tersebut memang berisikan tim kerja jarak jauh dengan jadwal fleksibel.

Karyawan jarang mengambil waktu istirahat
Jika karyawan sering bekerja dan melewatkan makan siang, bisa jadi karena budaya perusahaan yang membuat mereka merasa tidak punya waktu untuk berhenti bekerja. Jika budayanya seperti ini lantas mengharapkan karyawan bekerja dengan baik selama delapan jam tanpa henti adalah hal yang konyol.

Perusahaan memiliki sistem manajemen buruk
Jika kantor kamu penuh dengan tim yang frustrasi dengan gaya manajemen perusahaan, persaingan ketat antara rekan-rekan atau tingkat turnover yang tinggi, kamu bisa mendapatkan reputasi yang berbahaya nantinya.

Karyawan tidak dihargai
Perusahaan hanya sesekali memberi hadiah beberapa pada karyawan berprestasi akan membuat sebagian besar tenaga kerja merasa diremehkan dan kurang dihargai. Hal ini juga dapat mengarah pada budaya negatif yang didasarkan pada kompetisi dan permusuhan antara karyawan.

Karyawan selalu bekerja saat weekend
Ini menunjukkan bahwa anggota tim di perusahaan terlalu banyak menangani tanggung jawab atau perusahaan memiliki harapan yang tidak realistis. Budaya kerja seperti ini dapat menyebabkan kelelahan karyawan. *

Editor: Ade Irwansyah

Exit mobile version