TopCareerID

WHO: Minum Alkohol Bisa Tingkatkan Risiko Terkena COVID-19

Ilustrasi. (dok. NBC News)

Topcareer.id – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan minum alkohol bisa meningkatkan risiko terkena COVID-19 dan membuatnya lebih parah.

WHO menyarankan para pemimpin pemerintah di seluruh dunia membatasi akses ke minuman alkohol selama lockdown virus corona.

“Alkohol membahayakan sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan risiko kesehatan yang merugikan,” menurut kantor regional WHO untuk Eropa mengatakan di situsnya Selasa (14/4/2020).

Konsumsi alkohol dikaitkan dengan sejumlah penyakit menular dan tidak menular yang dapat membuat seseorang lebih rentan tertular Covid-19.

Baca juga: Di Mana Saja Virus Corona Bisa Bertahan Hidup? Dan Berapa Lama?

Alkohol juga dapat memperburuk masalah kesehatan mental dan perilaku pengambilan risiko dan memicu kekerasan, terutama di negara-negara yang telah menerapkan langkah-langkah social distancing yang sebagian besar membuat penduduk dikarantina di rumah mereka.

Mitos alkohol

WHO juga menerbitkan lembar fakta yang menghilangkan mitos berbahaya bahwa mengonsumsi alkohol berkekuatan tinggi dapat membunuh virus corona. “Tidak,” kata WHO, dikutip dari CNBC.

WHO menambahkan bahwa itu dapat mengakibatkan masalah kesehatan yang serius, termasuk kematian, terutama jika ia dipalsukan dengan metanol. Sekitar 3 juta kematian per tahun disebabkan oleh alkohol tanpa pandemi yang meningkatkan konsumsi.

“Oleh karena itu, orang harus meminimalkan konsumsi alkohol setiap saat, dan khususnya selama pandemi Covid-19,” kata kantor itu.

Ketika jutaan orang di seluruh dunia tinggal di rumah untuk mengekang penyebaran COVID-19, Antonio Guterres, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, organisasi induk WHO, memperingatkan awal bulan ini bahwa dunia menyaksikan lonjakan global yang mengerikan pada kekerasan dalam rumah tangga.

Dia mengatakan tekanan sosial dan ekonomi dari wabah tersebut serta pembatasan pergerakan semuanya berkontribusi pada meningkatnya penyalahgunaan. *

Editor: Ade Irwansyah

Exit mobile version