TopCareerID

Kelelahan Saat Karantina, dan Cara Mengatasinya (Bagian 2)

Topcareer.id – Sejak virus corona menjadi pandemi global, dan terus meluas di hampir semua tempat di seluruh dunia. Peraturan lockdown untuk tetap berada di rumah pun diberlakukan oleh pemerintah demi menekan laju penyebaran Covid-19.

Banyak orang yang menjalankan aturan lockdown merasa kelelahan. Padahal, mereka tidak banyak bepergian. Kok bisa, ya?

Menurut Dr. Gail Saltz, profesor psikiatri di Rumah Sakit Presbyterian NY Weill-Cornell School of Medicine, selama berminggu-minggu, orang-orang terjerembab ke dalam mode panik akibat berita dari media tentang virus corona. Ini membuat perubahan besar dalam hidup mereka dengan ide untuk tetap bertahan hidup, bagaimanapun caranya.

Selain itu, sebagai makhluk sosial, mereka juga mengalami kehilangan kontak langsung dengan orang lain.

Mengutip verywellmind.com, Rabu (20/5/2020) berikut saran dari para ahli tentang cara mengatasi kelelahan akibat karantina.

Bagian akhir dari tulisan.

Akui dan validasi perasaan negatif
Setiap orang sebenarnya dapat menyingkirkan, meminimalkan, atau mengabaikan rasa frustrasi, kesedihan, dan ketidakberdayaannya. Cobalah untuk mengakui hal tersebut. Setelah kamu mengakui, memvalidasi, dan menerima perasaan ini, pertimbangkan untuk berbagi dengan teman atau profesional medis.

Cari imbalan jangka pendek untuk kebahagiaan diri
Coba identifikasi sesuatu yang ada dalam kendali kamu, yang bisa memberikan perasaan bahagia secara langsung akan pencapaian dan tujuannya.

Contohnya, kamu bisa mencoba resep baru, membersihkan lemari, mendesain ulang kamar, dan sebagainya. Pilih tujuan kecil yang dapat dikelola dan memiliki hasil cepat.

Pertimbangkan meluangkan waktu untuk terapi
Di masa seperti sekarang ini, sebenarnya kamu bisa memiliki waktu untuk terapi. Jika kunjungan langsung tidak tersedia, pertimbangkan untuk melakukan teleterapi.

Banyak terapis telah beralih ke platform online atau telepon yang memungkinkan pasien untuk mengakses layanan dari rumah mereka. Ini waktu baik untuk memahami masalahmu sendiri yang belum terselesaikan, memahami diri lebih dalam, dan bertumbuh sebagai pribadi yang lebih baik.

Editor: Feby Ferdian

Exit mobile version