TopCareerID

Sektor Pariwisata Masih Terpuruk karena Pandemi

kembali bekerja setelah liburan.

Dok. Hearing Link

Topcareer.id – Sektor perjalanan atau pariwisata merupakan sektor yang paling keras terdampak wabah virus corona. Menurut basis data GlobalData, sektor perjalanan dan pariwisata global turun 31,3% sampai 31 Mei 2020.

Aurojyoti Bose, Kepala Analis di GlobalData mengatakan ada penurunan jika dibandingkan minggu sebelumnya.

“Sektor perjalanan dan pariwisata adalah yang paling terpukul karena pembatasan perjalanan dan lockdown di tengah pandemi virus corona dan ini adalah minggu ketiga berturut-turut dari penurunan volume kesepakatan untuk sektor ini,” kata Bose, dikutip dari laman Travel Daily News, Kamis (4/6/2020).

Pengumuman pembiayaan ventura, ekuitas swasta, penawaran ekuitas, dan penawaran penawaran utang menurun selama sepekan, sementara volume transaksi merger dan akuisisi (M&A) meningkat.

Baca juga: Optimis Wabah Corona Berlalu, Industri Pariwisata Diminta Siapkan Paket Liburan Akhir Tahun

Aktivitas pemesanan tiket wisata juga menurun di pasar-pasar utama seperti Amerika Serikat dan Inggris selama minggu yang berakhir 31 Mei 2020 dibandingkan dengan minggu sebelumnya.

Sementara itu, pandemi juga tak melewatkan untuk menghantam sektor pariwisata di Indonesia. Menteri Pariwasata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Wishutama Kusubandio pada April lalu mengatakan, sektor pariwisata berpotensi kehilangan devisa hingga 50 persen akibat dampak virus corona atau Covid-19.

“Kalau bicara tahun ini, perkiraan dengan asumsi Juni sudah recovery, itu mungkin potensi dari devisa saja, mungkin tahun ini bisa lebih dari separuh capaian devisa tahun lalu sebesar USD20 miliar dari pariwisata,” kata Wishnutama, Kamis (16/4/2020).

Dari target 16 juta wisatawan mancanegara ke Indonesia pada tahun 2020, ia memperkirakan akan terpenuhi sekitar 31,25 persen atau lima juta wisatawan mancanegara saja. Namun, ia optimis sektor pariwisata dan ekonomi kreatif diprediksi akan pulih pada Juni 2020. *

Editor: Ade Irwansyah

Exit mobile version