Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Monday, September 28, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

Begini New Normal Siswa Sekolah di Thailand

Murid Tk di Bangkok, Thailand, di era new normal. ( dok. REUTERS/Athit Perawongmetha)

Topcareer.id – Sekolah-sekolah di Thailand mempersiapkan tempat agar para siswa bisa kembali bersekolah di era new normal akibat pandemi virus corona.

Di seluruh Thailand, sekolah telah dimodifikasi mulai dari ruang kelas, ruang makan dan area bermain untuk mempersiapkan kembalinya siswa bersekolah secara bertahap, dalam langkah lain menuju kenormalan ketika negara itu mendekati satu bulan tanpa transmisi domestik.

Sekolah Wichutit di Bangkok telah menempatkan siswa melalui latihan sehari-hari dalam mencuci tangan, etiket bermain dan membentuk garis-garis teratur berjarak terpisah sekitar satu meter.

Pada hari Selasa (23/6), lebih dari 1.600 siswa di Bangkok mengadakan gladi resik untuk mempersiapkan siswa mengikuti kelas-kelas di era corona, memberikan pelajaran tentang kebersihan dan jarak sosial kepada anak-anak semuda tiga tahun sebelum kembali ke sekolah minggu depan.

Baca juga: Tahun Ajaran Baru Sekolah Mulai Juli, Mayoritas Masih Belajar dari Rumah

Anak-anak usia 3 dan 4 tahun untuk mengenakan masker dan face shield dalam acara gladi resik untuk berpura-pura belajar ruang kelas dengan penghalang dipasang di meja.

Anak-anak mengantri untuk pemeriksaan suhu dan cuci tangan serta diperkenalkan dengan teknik pembersihan tangan dan rutinitas makan siang yang baru yaitu makan “di balik layar.”

“Ini akan menjadi sesuatu yang baru untuk anak-anak dan mereka bersemangat. Mereka bersikap kooperatif karena orang tua juga mempraktikkan norma baru yang sama di rumah,” kata direktur sekolah, Pornnicha Chatapun dikutip Today Online.

Baca juga: 4 Syarat Sekolah Bisa Lakukan Belajar Tatap Muka

Kembalinya Thailand membuka sekolah lebih cepat daripada sebagian besar negara di Asia Tenggara, karena angka infeksi yang rendah. Dari 3.156 kasusnya, hanya 58 orang telah meninggal dan 3.023 pasien telah pulih.

Pareeyaporn Deesuer, salah satu orang tua yang putranya bersekolah di sekolah Wichutit, mengatakan dia merasa yakin dengan persiapan yang dilakukan oleh sekolahan. “Awalnya saya agak khawatir, tetapi begitu melihat mereka kembali ke sekolah, ada perasaan lega karena tindakan pencegahan yang dilakukan pihak sekolah,” katanya. *

Editor: Ade Irwansyah

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply